Motor yang ditumpangi pasutri asal Desa Branang, Kecamatan Lekok, itu adu moncong dengan truk. Sejoli itu pun meninggal di lokasi kejadian.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 15.30. Sang suami M Sayari, 38, membonceng istrinya Juma Ana, 35. Mereka mengendarai motor Yamaha Jupiter Z bernopol N 3992 TH. Melaju dari arah timur ke barat.
Saat sampai di lokasi kejadian, M Sayari berupaya menyalip kendaraan di depannya. Motornya melewati markah. Padahal, di jalur berlawanan, melaju truk tronton L 9830 UU dari arah barat. Truk itu dikendarai Ahmad Busairi, 51.
Bruakkk..... Tabrakan pun tak bisa dihindari. “Suaranya keras. Motor yang dikendarai korban alami kerusakan parah. Hampir bagian depan motor hancur. Kedua korban yang tak kenakan helm meninggal di lokasi,” kata salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, Ahmad Busairi, sang sopir truk mengaku kaget. Awalnya, ia dari Krian, Sidoarjo, hendak mengambil pasir di Lumajang. Saat melintas di jalan raya Mangkrengan, ia melihat motor menuju arahnya dengan kencang. Lalu menabrak bagian depan tengah truknya. “Saya gak bisa menggerakkan setir lagi. Saya berada di jalur yang benar. Pilihannya hanya nginjek rem dan berhenti,” katanya.
Busairi mengaku saat motor itu menyalip. Namun usai menyalip, tak kembali ke jalurnya. Padahal, saat itu jalur motor sudah kosong. “Mereka jelas mau bunuh diri,” terang Busairi sambil menunjukan bekas rem truknya di Jalan Raya.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Pasuruan Kota Ipda Helga menyebutkan, usai dapat laporan pihaknya langsung ke lokasi. Kedua korban lantas dibawa ke kamar jenazah RSUD Grati. Motor dan truk yang terlibat kecelakaan diamankan. Polisi juga melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara).
Soal korban yang tak kembali ke jalur awalnya usai menyalip, Kanit enggan berspekulasi. Menurutnya, kecelakaan itu masih didalami pihaknya.
Kedua korban yang tak kenakan helm, sama-sama alami pendarahan di bagian telinga dan hidung. Korban perempuan juga mengalami patah tulang dibagian kaki.
“Sempat tadi mau dimandikan di rumah sakit. Namun pendarahan mulai berhenti. Akhirnya, pihak keluarga minta membawa pulang,” terang Nizar, petugas penjaga kamar jenazah RSUD Grati. (mg/mie) Editor : Muhammad Fahmi