Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Rp 3 M untuk Trotoar-Drainase, Jadi Tahap Awal Revitalisasi Kawasan Pelabuhan

Jawanto Arifin • Senin, 1 Agustus 2022 | 20:20 WIB
BAKAL DIPERBAIKI: Trotoar yang ada di Pelabuhan Pasuruan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
BAKAL DIPERBAIKI: Trotoar yang ada di Pelabuhan Pasuruan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Pengembangan kawasan wisata bahari di Kota Pasuruan akan dimulai tahun ini. Pemkot Pasuruan akan merealisasikan rencana tersebut secara bertahap. Tahun ini masih dikonsentrasikan untuk membuat akses jalan yang lebih nyaman.

Proyek revitalisasi trotoar dan drainase di kawasan pelabuhan tersebut masih dalam proses lelang. Perkiraan, proses itu bakal rampung awal Agustus ini. Sebab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebelumnya harus menyusun perencanaan untuk proyek tersebut.

”Sekarang masih menunggu pemenang lelang. Prosesnya masih di BPBJ (Badan Pengadaan Barang dan Jasa),” terang Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan Gustap Purwoko.

Ia mengatakan, revitalisasi trotoar dan drainase yang diajukan akan dibiayai dengan anggaran senilai Rp 3 miliar. Setelah pihak ketiga yang memenangkan lelang ditentukan, maka proyek itu bisa mulai digarap. Gustap menyebut proyek itu menjadi bagian dari pengembangan kawasan wisata bahari yang akan dibangun pemkot.

Memang, kata dia, pengembangan kawasan wisata bahari akan berlangsung bertahap. ”Maka yang utama untuk diprioritaskan adalah infrastruktur penunjang kawasan itu lebih dulu,” katanya. Terutama trotoar dan drainase di sisi timur jalan. Baru kemudian bisa dilanjutkan dengan pembangunan lainnya di tahun mendatang.

Apalagi, kawasan pelabuhan selama ini memang tidak begitu nyaman bagi pejalan kaki. Untuk bisa menjadi kawasan wisata, akses jalan itu harus disediakan. Menurut Gustap, jalur pedestarian yang akan dibangun sekitar 1 kilometer. Dari gerbang masuk pelabuhan hingga ujung dermaga.

”Jadi sekaligus dibuatkan sistem drainase yang memadai di sana. Sehingga pembuangan air bisa berfungsi optimal tanpa mengganggu infrastruktur lainnya,” pungkasnya.



Sebelum membangun pelabuhan, pemkot sudah berkoordinasi dengan Pelindo sebagai pemilik wilayah. Pengembangan pelabuhan untuk wisata bahari ini juga bukan tanpa alasan. Sebab ada tempat pelelangan ikan yang dibangun Pemprov Jatim di sekitar pelabuhan. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin
#pelabuhan pasuruan #wisata bahari pasuruan #pelindo #pemkot pasuruan