Proyek revitalisasi trotoar dan drainase di kawasan pelabuhan tersebut masih dalam proses lelang. Perkiraan, proses itu bakal rampung awal Agustus ini. Sebab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebelumnya harus menyusun perencanaan untuk proyek tersebut.
”Sekarang masih menunggu pemenang lelang. Prosesnya masih di BPBJ (Badan Pengadaan Barang dan Jasa),” terang Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan Gustap Purwoko.
Ia mengatakan, revitalisasi trotoar dan drainase yang diajukan akan dibiayai dengan anggaran senilai Rp 3 miliar. Setelah pihak ketiga yang memenangkan lelang ditentukan, maka proyek itu bisa mulai digarap. Gustap menyebut proyek itu menjadi bagian dari pengembangan kawasan wisata bahari yang akan dibangun pemkot.
Memang, kata dia, pengembangan kawasan wisata bahari akan berlangsung bertahap. ”Maka yang utama untuk diprioritaskan adalah infrastruktur penunjang kawasan itu lebih dulu,” katanya. Terutama trotoar dan drainase di sisi timur jalan. Baru kemudian bisa dilanjutkan dengan pembangunan lainnya di tahun mendatang.
Apalagi, kawasan pelabuhan selama ini memang tidak begitu nyaman bagi pejalan kaki. Untuk bisa menjadi kawasan wisata, akses jalan itu harus disediakan. Menurut Gustap, jalur pedestarian yang akan dibangun sekitar 1 kilometer. Dari gerbang masuk pelabuhan hingga ujung dermaga.
”Jadi sekaligus dibuatkan sistem drainase yang memadai di sana. Sehingga pembuangan air bisa berfungsi optimal tanpa mengganggu infrastruktur lainnya,” pungkasnya.
Sebelum membangun pelabuhan, pemkot sudah berkoordinasi dengan Pelindo sebagai pemilik wilayah. Pengembangan pelabuhan untuk wisata bahari ini juga bukan tanpa alasan. Sebab ada tempat pelelangan ikan yang dibangun Pemprov Jatim di sekitar pelabuhan. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin