”Itu menunjukkan matahari sedang aktif. Ditandai dengan warna hitam yang muncul akibat aktivitas magnetik matahari,” jelas Koordinator Pelaksana Fungsi BRIN Pasuruan Dian Yudha Risdianto.
Menurut pria asal Kota Mojokerto ini, kondisi matahari seperti itu merupakan fenomena siklus matahari pada umumnya. Siklus matahari ini terjadi periode 11 tahunan. Bisa diketahui dari aktivitas bintik matahari. Fenomena pada 2022 ini merupakan siklus yang ke-25.
”Jadi, tidak perlu khawatir adanya bintik matahari yang besar ini. Hal ini wajar,” katanya.
Fenomena antariksa ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Harus menggunakan teleskop khusus matahari. ”Imbasnya ke bumi tidak ada pengaruh khusus. Hanya mengganggu gelombang elektromagnetik ke satelit di luar angkasa. Dampaknya gangguan komunikasi,” terangnya. (zal/far) Editor : Jawanto Arifin