Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Badan Riset dan Inovasi Nasional: Aktivitas Matahari Meningkat

Jawanto Arifin • Selasa, 19 Juli 2022 | 18:45 WIB
SUNSET: Aktivitas matahari meningkat saat musim kemarau. Namun, anomali cuaca masih terjadi. Sinar surya terasa terik pada siang hari, tapi tiba-tiba terjadi hujan pada sore atau malam hari. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
SUNSET: Aktivitas matahari meningkat saat musim kemarau. Namun, anomali cuaca masih terjadi. Sinar surya terasa terik pada siang hari, tapi tiba-tiba terjadi hujan pada sore atau malam hari. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah fokus mengamati peningkatan aktivitas matahari dari Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) Pasuruan di Carat, Gempol. Dari pengamatan lewat teleskop khusus, terlihat bintik matahari atau flare di antariksa sana.

”Itu menunjukkan matahari sedang aktif. Ditandai dengan warna hitam yang muncul akibat aktivitas magnetik matahari,” jelas Koordinator Pelaksana Fungsi BRIN Pasuruan Dian Yudha Risdianto.

Menurut pria asal Kota Mojokerto ini, kondisi matahari seperti itu merupakan fenomena siklus matahari pada umumnya. Siklus matahari ini terjadi periode 11 tahunan. Bisa diketahui dari aktivitas bintik matahari. Fenomena pada 2022 ini merupakan siklus yang ke-25.

”Jadi, tidak perlu khawatir adanya bintik matahari yang besar ini. Hal ini wajar,” katanya.

Fenomena antariksa ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Harus menggunakan teleskop khusus matahari. ”Imbasnya ke bumi tidak ada pengaruh khusus. Hanya mengganggu gelombang elektromagnetik ke satelit di luar angkasa. Dampaknya gangguan komunikasi,” terangnya. (zal/far) Editor : Jawanto Arifin
#musim kemarau #bpbd kabupaten pasuruan #cuaca panas