Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Diana Lukita Rahayu menyatakan, semua populasi ternak akan diberikan suntikan vaksin. Namun pada tahap pertama kali ini, ada 52 ribu ekor sapi perah yang diprioritaskan mendapatkan vaksinasi.
“Dari 88 ribu dosis vaksin tahap pertama, selebihnya akan diberikan untuk sapi potong,” kata Diana.
Menurutnya, puluhan ribu dosis vaksin tersebut didistribusikan ke seluruh kecamatan. Dengan beberapa kecamatan yang menjadi prioritas. Sebab, memiliki jumlah kasus yang lebih tinggi. Antara lain Prigen, Purwodadi, Tutur, Lumbang, Lekok, Grati dan Purwosari. Dengan dibagikannya vaksin tersebut, pihaknya berharap penularan PMK semakin bisa ditekan.
“Dari seluruh kecamatan, Bangil yang masih bebas dari PMK,” kata Diana.
Karena berdasarkan data 24 Juni lalu, ada 5.254 sapi yang sakit. Sedangkan sapi yang sudah sembuh dari PMK berjumlah 1.334 ekor dan yang mati sebanyak 107 ekor.
Belakangan, PMK tidak hanya menjangkiti sapi. Tetapi ada dua ekor kambing di Gempol dan Rejoso yang juga terjangkiti. “Tapi sudah sembuh,” ungkap Diana.
Maka dari itu, datangnya vaksin sudah pasti sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi semakin meluasnya penyebaran PMK di Kabupaten Pasuruan. “Untuk itu kami juga terus sampaikan agar peternak aktif melapor apabila ternaknya mengalami gejala PMK,” kata Diana.
Sebab banyaknya hewan ternak yang mati dikarenakan keterlambatan penanganan. Oleh karena itu, para peternak diminta segera melaporkan jika hewan ternaknya bergejala PMK. Sehingga bisa segera diberikan pengobatan dan terapi untuk pemulihan kondisi ternak itu sendiri.
Disamping itu, petugas juga bisa mendampingi peternak dalam mengisolasi hewan ternak agar tak tertular. Serta memberikan penyemprotan disinfektan di sekitar kandang.
“Yang penting cepat melapor. Supaya tidak terlambat penanganannya, karena ini ikhtiar kita bersama. Sapi yang sehat kita vaksin, dan yang sakit kita obati sampai sembuh," harapnya. (tom/hn)