DINAS Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan terus menciptakan inovasi baru layanan kesehatan bagi masyarakat. Dalam memperingati Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), Dinkes Kota Pasuruan Kamis (23/6) meluncurkan dua program untuk mendukung tumbuh kembang anak. Yaitu, program Layanan ANGSAL GISI atau Penanganan Masalah Gizi Terintegrasi di Puskesmas Kandangsapi dan kick off Imunisasi KEJAR bulan Agustus mendatang.
Layanan ANGSAL GISI untuk Turunkan Angka Stunting
Peluncuran (launching) Layanan Terpadu Tumbuh Kembang kemarin dilakukan langsung oleh Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf di Puskesmas Kandangsapi yang sekaligus membuka layanan ANGSAL GISI dan Imunisasi KEJAR. Gus Ipul juga melihat fasilitas sarana dan prasarana untuk menunjang layanan ANGSAL GISI.
Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr Shierly Marlena menjelaskan bahwa layanan ANGSAL GISI merupakan layanan terintegrasi yang sudah ada di semua puskesmas, yaitu layanan deteksi dini tumbuh kembang.
”Ditambah lagi dalam satu wadah yang lebih lengkap, yaitu screening pemeriksaan laboratorium gizi, rumah pemulihan bila ada yang memerlukan perawatan, konsultasi dokter spesialis, pendampingan bagi orang tua yang anaknya gizi kurang, bimbingan dan reward bagi yang berat badannya naik, serta sarana dan prasarana yang mendukung itu,” terang dr Shierly Marlena.
Harapannya, dengan layanan ANGSAL GISI ini, angka kurang gizi dan stunting di Kota Pasuruan bisa turun.
Imunisasi KEJAR agar Lengkap Imunisasi Dasar dan Tambahan
Dinkes Kota Pasuruan juga melakukan kick off untuk Imunisasi KEJAR dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). BIAN ini mulai digelar pada Agustus mendatang secara gratis dan aman.
Program BIAN bertujuan untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi tambahan campak-rubela. Juga, melengkapi dosis imunisasi polio dan DPT-Hb-Hib yang terlewat. Manfaatnya dapat mencegah kesakitan dan kecacatan akibat campak, rubela, polio, difteri, pertusis (batuk rejan), hepatitis B, serta pneumonia (radang paru), dan meningitis (radang selaput otak).
”Imunisasi KEJAR ini untuk melengkapi semua anak dan balita yang belum lengkap imunisasi dasar. Serta, memberikan imunisasi tambahan tanpa memandang status imunisasi,” terang Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr Shierly Marlena.
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf berharap mulai camat, lurah, sampai RT ikut menyukseskan program imunisasi ini.
”Karena masih 80 persen orang tua yang anaknya dibawa untuk imunisasi. Sehingga tugas kita semua mulai dari camat, lurah, sampai RT mengajak warga agar menyukseskan imunisasi,” harapnya.
Dokter Shierly Marlena berharap program ANGSAL GISI bisa menurunkan angka stunting dari 23,7 persen menjadi 14 persen pada tahun 2024 mendatang. (eka) Editor : Ronald Fernando