Piroritaskan Program Ketahanan Pangan-Kesehatan

Ronald Fernando • Dipublikasikan Jumat, 24 Juni 2022 | 13:46 WIB
JALAN USAHA TANI: Jalan di Dusun Sukun yang sudah dipaving sehingga kian nyaman saat dilintasi warga, utamanya bagi petani. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)
JALAN USAHA TANI: Jalan di Dusun Sukun yang sudah dipaving sehingga kian nyaman saat dilintasi warga, utamanya bagi petani. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)
Kendati tahun ini banyak anggaran yang terserap untuk penanganan Covid-19, Desa Bakalan  masih bisa mengalokasikan anggaan untuk pembangunan fisik. Di antaranya pavingisasi dan pembangunan pondok kesehatan desa. Bahkan rest area dan berbagai program ketahanan pangan sudah direncanakan.

 

KEPALA Desa Bakalan Ahmad Abdulloh menegaskan, pembangunan fisik banyak dilakukan di tahun ini. Salah satunya adalah pavingisasi yang dilakukan di 4 dusun yaitu di Bakalan, Babatan, Sukun dan Keputran.

“Untuk pavingisasi dilakukan di jalan lingkungan dan jalan usaha tani. Sebanyak 3 titik sudah selesai. Tinggal menyisakan di Dusun Babatan yang baru mulai dikerjakan,” terangnya. Setelah dibangun, dia berharap, jalan yang awalnya tanah padat ini bisa lebih nyaman digunakan oleh masyarakat.

Selain itu ada Pondok Kesehatan Desa (Poskesdes) dibangun dengan luas 7 kali 12 meter. Pelayanan Poskesdes sebelumnya dilakukan di gedung PKK. Sehingga setelah pembangunan Poskesdes, pelayanan diharapkan bisa lebih nyaman dan maksimal untuk masyarakat.

Photo
Photo
RAMAH: Kepala Desa Bakalan Ahmad Abdulloh (tengah depan) bersama Perangkat Desa Bakalan saat momen halal bihalal. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Tahun ini Desa Bakalan juga mulai menggarap rest area di Dusun Keputran. Tanah seluas 60 kali 120 meter sudah dilakukan pengurukan. Kedepan tanah desa ini bakal menjadi lapak UMKM dan jasa parkir untuk perusahaan. “Termasuk kedepan ada wisata kuliner. Di tahap awal ini masih penyiapan lahannya dengan pengurukan,” jelasnya.



Desa Bakalan juga memiliki berbagai program ketahanan pangan. Mulai dari pembuatan budidaya maggot atau pakan ternak, budi daya bebek dan juga karamba ikan. Karamba ikan dibuat di sungai. Saat ini sudah mencapai 31 karamba ikan, mulai ikan nila, ikan hias, ikan koi dan sebagainya.

“Ada juga hortikultura yaitu penanaman sayur di lahan seluas 32,5 hektar di Dusun Sukoanyar dan Babatan,” terangnya.

Dea juga mengembangkan BUMDes yang salah satunya menggarap Desa Digital. Sebuah layanan internet yang dikelola desa. Tercatat sudah ada 219 rumah  tangga yang berlangganan internet lewat BUMDes. “Termasuk layanan perbankan dan Pos Indonesia, sudah bisa dilakukan lewat BUMDes,” terangnya. (eka/fun/*)

 

Door to Door Genjot Vaksinasi warga

 

TAK hanya pembangunan fisik dan ketahanan pangan. Desa Bakalan tahun ini juga masih fokus penanganan Covid-19. Selain pemberian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD), desa juga menggenjot vaksinasi untuk imunitas warga.

Photo
Photo
TETAP DILANJUT: Pemberian BLTDD kepada warga terdampak Covid-19 oleh Kepala Desa Bakalan Ahmad Abdulloh (kanan). (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Kepala Desa Bakalan Ahmad Abdulloh mengatakan bahwa tahun ini ada sebanyak 141 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima BLTDD. Bantuan sebesar Rp 300 ribu perbulan ini diberikan kepada warga yang membutuhkan dan terdampak Covid-19.



Selain bantuan langsung, tahun ini vaksinasi masih digenjot. Tercatat sudah 87,5 persen warga yang sudah divaksin 1 dan 2. Sedangkan untuk booster atau vaksin ketiga sudah mencapai 50 persen.

“Desa rutin sosialisasi agar warga ikut vaksin dan proaktif dengan door to door ke rumah warga. Baik lewat sekolah, acara keagamaan untuk sosialisasi vaksinasi,” terangnya.

Ahmad Abdulloh menyebut, vaksinasi memang belum tercapai 100 persen. Selain karena terdata di luar wilayah karena bekerja dan sebagainya, ada warga yang usia lanjut karena komorbid sehingga tidak bisa divaksin. Namun harapannya dengan vaksinasi imun terjaga dan Covid-19 bisa segera berakhir.

“Agar pembangunan desa kembali maksimal dan aktivitas warga juga normal kembali,” harapnya. (eka/fun/*)

 

Program dan Pembangunan Tahun 2022
Editor : Ronald Fernando
desa bakalan kecamatan purwosari