Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, pencarian terhadap warga Wendit, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang itu tak mudah. Petugas bahkan menambah tim. Jika sebelumnya hanya dicari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBS), dan relawan serta warga sekitar, BPBD Kabupaten Pasuruan dan Basarnas Surabaya ikut membantu.
Kemarin tim memulai pencarian sekitar pukul 09.00. Tim yang terdiri hampir 100 orang itu, disebar di sekitar lokasi ditemukan barang-barang Fendi.
https://radarbromo.jawapos.com/pasuruan/21/06/2022/wisatawan-hilang-di-bromo-ditemukan-di-tengah-tebing-evakuasi-dramatis/
Hingga sekitar pukul 12.00, korban bisa ditemukan. Secepatnya petugas menyebar ke seluruh tim. Ia ditemukan terjebak di antara tebing yang tingginya berkisar 1 kilometer dengan kemiringan 70 derajat. Ia berada di tengah-tengahnya. Dari lokasi motornya ditemukan kurang lebih 100 meter ke arah utara.
"Korban ditemukan selamat berada di tengah tebing. Tinggi tebing kurang lebih 1 kilometer. Nah, posisi korban berada di tengah-tengah. Selamat tetapi lemas," kata Komandan Regu (Danru) Basarnas Surabaya Adhie.
Ia menjelaskan, setelah korban ditemukan, tidak lantas dilakukan evakuasi. Petugas masih mencari cara bagaimana bisa membawa korban. Alhasil, jika dilakukan dari atas, kondisinya tidak memungkinkan. Sehingga kemudian evakuasi dilakukan dari arah bawah.
Untuk mencapai lokasi juga tak mudah. Alasannya medan. Petugas harus mendaki bukit setinggi lebih dari 500 meter. "Kami membawa tali dan juga tandu. Tali ini kami bawa sebagai pegangan. Jadi ketika jalan curam, petugas tetap aman," tuturnya.
Fendi sendiri kondisinya sadar. Hanya saja badannya lemas karena tak makan apa-apa selama tiga hari. Buktinya, dia masih bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan petugas, saat pertama kali ditemukan.
Evakuasi dilakukan dengan dua cara. Pertama menggendong korban ketika jalan yang dilalui curam. Namun, ketika sudah hampir mencapai bawah yakni bibir lautan pasir, Fendi dibawa dengan tandu.
"Korban setelah berhasil dievakuasi langsung kami bawa ke Pos TNBTS di Wonokitri. Setelah dites kesehatan dan psikonya. Lalu langsung dibawa pulang oleh saudaranya," kata Adhie.
Berkaca dari kejadian tersebut, ia mengimbau bahwa wisatawan yang berangkat bersama agar tidak pulang sendiri-sendiri. "Kalau berangkat bareng ya pulang bareng. Jangan sampai ada kelalaian seperti ini. Jadi nyasar seperti ini," katanya.
Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Syarif Hidayat mengatakan, kawasan Bromo Tengger Semeru memang kawasan wisata. Tetapi, perlu diketahui bahwa topografi TNBTS sangat ekstrem. Sehingga setiap pengunjung harus menyiapkan fisik dan mental.
"Harus benar-benar siap fisik dan mental. Karena topografi kawasan ini cukup ekstrem," jelasnya. (sid/fun) Editor : Jawanto Arifin