Penyebabnya, sebuah dump truck alami kecelakaan tunggal. Dump truck pun menyasak 12 bangunan rumah dan warung yang ada di pinggir jalan. Sebelum kemudian terguling menutup ruas jalan Pasrepan-Puspo. Melintang tepat di tengah jalan.
Akibatnya, kendaraan di sepanjang jalan jurusan Pasrepan–Puspo itu terjebak macet. Bahkan, sampai lima jam. Sementara warga setempat berkerumun menyaksikan kejadian tersebut.
Yang membuat miris, di selatan dump truck itu sebanyak 12 bangunan rumah dan warung rusak parah. Bahkan, sebuah warung ambruk dan berpindah tempat karena terseret dump truck.
Tidak hanya itu. Tiga kendaraan milik warga rusak berat karena tertabrak dump truck tersebut. Antara lain, mobil Toyota Fortuner ringsek bagian belakangnya, jip jenis Taft, dan sebuah truk diesel.
"Mobil saya tiga buah saya parkir di depan rumah. Saya ada di belakang tidur. Semuanya rusak ditabrak dump truck," kata Bahrul Ulum, 52, warga setempat dengan wajah bingung.
Bahrul sendiri tidak mengetahui kejadian itu secara pasti. Tiba-tiba suara keras terdengar. Kaget, dia pun bangun dari tidurnya lalu melihat keluar rumah.
Alangkah kagetnya dia. Saat itu, tiga mobil miliknya yang diparkir di depan rumah rusak berat. Jika ditaksir kerugiannya mencapai Rp 500 juta.
"Ndak tahu bagaimana ini. Tapi masih untung saya selamat," terangnya.
Kecelakaan itu sendiri tidak menimbulkan korban jiwa. Sopir dump truck Muhammad Masturi, 44, warga Kabupaten Bangkalan, Madura, juga selamat. Dia berhasil keluar dari ruang kemudi sebelum truk berhenti.
Meski demikian, Masturi sempat tak sadarkan diri. Dia pun langsung dilarikan ke RSUD dr R. Soedarsono, Kota Pasuruan.
"Sopirnya melompat. Saya yang menyelamatkan dan langsung saya evakuasi ke RSUD dr R Soedarsono," kata seorang petugas Polsek Pasrepan yang enggan disebutkan namanya.
Selain sopir, ada beberapa warga yang menjadi korban. Bagong, warga Jimbaran, Kecamatan Puspo, luka pada pelipis dan pipi; Ayin, 40, luka pada kaki; Hotimah, luka lecet; dan Hartono, 63, luka pada kepala dan tangan. Ketiga orang terakhir merupakan warga Pasrepan. Mereka semua langsung dilarikan ke puskesmas setempat.
Meskipun tak ada korban jiwa, tetapi kecelakaan itu menyebabkan kerugian material miliaran rupiah. Akses ke Bromo via Pasrepan pun tertutup selama lima jam. Kendaraan roda empat atau lebih tidak bisa meneruskan perjalanannya. Sedangkan kendaraan roda dua masih bisa dengan melewati jalur tikus.
Kejadian itu sendiri mendapatkan perhatian dari beberapa pihak. Selain pihak kepolisian, di lokasi juga ada Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan.
Polisi sendiri langsung melakukan olah TKP. Petugas juga mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan. Juga mendata bangunan yang rusak.
Untuk sementara diduga kecelakaan terjadi karena human error. Dump truck melaju dari arah selatan arah Bromo menuju utara di jalur wisata Bromo via Pasrepan. Sampai di Jalan Raya Pasrepan, Desa/ Kecamatan Pasrepan, diduga rem kendaraan blong.
Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz menjelaskan, dugaan sementara itu dibuktikan dari hasil olah TKP. Di lokasi kecelakaan, menurutnya, tidak ada bekas rem kendaraan. Selain itu, posisi persneling kendaraan ditemukan masih dalam posisi gigi tiga.
"Hipotesis awal Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Pasuruan, kecelakaan ini disebabkan faktor human error. Karena posisi persneling pada posisi gigi tiga. Kemudian tidak ditemukan bekas pengereman," katanya di lokasi.
Sampai di lokasi kejadian, menurut Kapolres, sopir tidak bisa mengendalikan dump truck bernopol M 8148 UG itu. Sopir sempat membanting setir ke kiri. Namun, kemudian oleng ke kanan dan menabrak setidaknya 12 rumah warga dan tiga kendaraan yang sedang parkir di kanan jalan.
Ketiga kendaraan yang ditabrak yaitu, truk nopol N 8309 K; Toyota Fortuner L 1258 QX, dan Daihatsu Taft Nopol S 1143 RE. Semuanya milik Bahrul Ulum.
"Tidak ada korban meninggal dunia. Sopirnya saja yang mengalami luka serius dan kini tengah dirawat di rumah sakit," ucapnya.
Buyung, saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, sebelum kecelakaan, dump truck melaju kencang dari arah selatan. Kemudian Masturi, sopir kendaraan membanting setir ke kiri. Ia berusaha menghindari rumah warga.
Tetapi, saat banting setir ke kiri itu dump truck malah menabrak pohon. Saking kerasnya tabrakan, kendaraan oleng ke kanan. Lalu menabrak 12 bangunan rumah dan warung, juga tiga kendaraan.
"Oleng ke kanan dan menabrak rumah serta hampir mengenai salah seorang pengendara motor. Saat nabrak tiga mobil itu kemudian truk guling dan terseret sejauh 50 meteran. Kemungkinan rem blong," kata Buyung, warga sekitar. (sid/hn) Editor : Ronald Fernando