Jumlah GTT-PTT di Kota Pasuruan sebenarnya ada sebanyak 560 orang. Namun hingga Desember 2021, tersisa 556 orang. Adapun berkurangnya tenaga GTT-PTT dikarenakan ada yang meninggal maupun pindah tugas.
“Sehingga tahun ini kami alokasikan insentif untuk 556 orang,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Mualif Arif.
Kendati demikian, baru-baru ini kembali ada pengurangan jumlah GTT-PTT. Sebab ada sebagian yang lolos seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Pada tahap pertama, sebanyak 119 orang yang sudah bertugas. Sehingga mereka tidak lagi menerima insentif sebagai GTT-PTT.
“Dan kedepan rencananya masih ada penambahan lagi untuk porsi PPPK. Karena kuotanya sebanyak 281 orang, nanti akan dibagi dalam dua tahap berikutnya,” kata Ayik –sapaan Mualif Arif.
Sedangkan honor GTT-PTT belum diusulkan naik. Sampai saat ini, GTT masih mendapat insentif sebesar Rp 1 juta perbulan. Kemudian untuk PTT sebesar Rp 850 ribu perbulan.
Ayik mengakui, usulan penambahan honor GTT-PTT memang sudah lama dipikirkan pemerintah. “Dan selama ini juga ada yang minta kenaikan dengan pertimbangan masa kerja dan sebagainya,” katanya.
Dia mengaku akan tetap mengkaji kemungkinan penambahan besaran honor GTT-PTT. Hanya saja, kata Ayik, hal itu mungkin baru akan dilakukan setelah seluruh pegawai yang lolos seleksi PPPK bekerja. Karena dengan begitu, pihaknya bisa menghitung berapa banyak GTT-PTT yang statusnya sudah beralih menjadi PPPK.
“Nah ini kan berkaitan juga dengan kekuatan keuangan daerah. Nanti lah kami hitung berapa yang menjadi PPPK, dan jumlah GTT-PTT kami tersisa berapa,” kata Ayik.
Bila banyak GTT-PTT yang lolos menjadi PPPK, maka akan semakin terbuka kemungkinan merealisasikan penambahan besaran honor mereka. Dengan kata lain, pemerintah tidak perlu menambah alokasi anggaran untuk membayar honor mereka. Melainkan menggeser ulang honor bagi mereka yang sudah menjadi PPPK untuk diberikan kepada GTT-PTT.
“Itu perlu proses. Nanti kami hitung dulu berapa yang sudah mendapat gaji sebagai PPPK. Kemungkinan alokasi honor mereka bisa digeser untuk menambah honor GTT-PTT,” katanya. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin