Longsor, misalnya, terjadi di Desa Sedaeng, Tosari, pada Rabu (30/3). Beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa dan rumah warga yang rusak. Longsoran hanya menutup badan jalan perkampungan. Beberapa bencana longsor lain juga terjadi selama musim hujan tahun ini.
Camat Tosari Edy Priyanto mengatakan, wilayahnya memang daerah rawan longsor. Kontur tanah yang gembur membuat tanah mudah longsor ketika terkena hujan. Beberapa hari terakhir hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi. Termasuk, pada akhir Maret yang berakibat longsor di Desa Sedaeng itu.
”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa setiap kali longsor. Kebanyakan menutup badan jalan,” katanya.
Saat ini, lanjut Edy, hujan masih bisa terjadi hingga dua atau tiga kali dalam sehari di wilayah Tosari. Dia berharap masyarakat waspada. Jika hujan dengan intensitas tinggi melanda, masyarakat diharapkan menjauhi daerah tebing. Sebab, itu sangat membahayakan. Warga disarankan berlindung di rumah masing-masing.
"Tadi (kemarin, red) hujan deras juga. Tapi, Alhamdulillah tidak ada kejadian," jelasnya.
Edy berdoa semoga kondisi cuaca ekstrem segera berakhir. Sehingga, perbaikan dampak bencana segera dilakukan. Ada beberapa lokasi longsor besar. Terutama jalan provinsi yang menuju Gunung Bromo. Segera dilakukan perbaikan di sana. (sid/far) Editor : Ronald Fernando