Saat ini, tanggul jebol di Kedawung Kulon dan Plososari diperbaiki dengan karung berisi pasir (sand bag). Itu perbaikan sementara karena kondisi darurat. Tetapi, jika terjadi hujan deras dan debit air sungai tinggi, tanggul bisa jebol lagi. Yang terakhir, banjir melanda empat desa di Grati. Masing-masing, Kedawung Kulon, Kedawung Wetan, Kali Pang, dan Plososari.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, kewenangan memperbaiki tanggul secara permanen di Grati bukan kewajiban Pemkab Pasuruan. Sebab, sungai-sungai tersebut berada di bawah wewenang Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur. Sehingga Pemkab Pasuruan sementara ini hanya menanganinya secara darurat.
Pengolah Pengelolaan Sumber Daya Air Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur Mokhamad Rizky mengatakan, setiap kali ada tanggul sungai yang jebol, dirinya langsung mengusulkan kepada pimpinan Dinas SDA Jatim untuk perbaikan. Baik itu tanggul sungai di Kedawung maupun Plososari.
"Untuk disetujui atau tidaknya, kami tidak memiliki kewenangan," katanya.
Rizky menjelaskan, hingga saat ini, dirinya belum mendapatkan kabar bahwa tanggul di Grati itu akan diperbaiki tahun ini. Yang sudah dipastikan tahun ini adalah perbaikan tanggul di Kali Petung. Itu masuk wilayah Kota Pasuruan.
”Kalau dua lokasi (di Grati, Red) itu belum tahu. Tapi, kayaknya ada tahun ini perbaikan tanggul," ungkapnya.
Menurut Rizky, tahun ini ada pembangunan tanggul secara permanen di satu titik. Yakni, tanggul di Sungai Petung. "Yang saya tahu di Sungai Petung," sebutnya. (sid/far) Editor : Jawanto Arifin