Desa Wotgalih yang dipimpin Rini Kusmiyati memandang, pembangunan fisik tetap perlu dilakukan utamanya untuk jalan. “Tahun lalu ada pavingisasi baik di jalan permukiman maupun jalan lingkungan untuk pertanian,” beber Rini Kusmiyati.
Untuk di Dusun Krajan, pavingisasi dilakukan di jalan untuk pertanian dan umum. Sebelumnya masih berupa tanah padat yang jika hujan masih sering becek dan mengganggu pengendara yang lewat. “Sehingga desa lakukan pavingisasi sepanjang 200 meter kali 2 meter. Tujuannya agar kegiatan pertanian bisa lancar dan bisa berdampak pada ekonomi sekitar juga,” terangnya.
Sedangkan pavingisasi di Dusun Karanganyar juga dilakukan untuk penunjang pertanian. Jalan yang sebelumnya berupa tanah padat, biasanya untuk akses transportasi membawa hasil panen. “Setelah dipaving dengan panjang 225 kali 2 meter, sekarang sudah tak becek lagi. Transportasi untuk mengangkut hasil panen juga lebih lancar,” terangnya.
Di Wotgalih, mayoritas masyarakat memang bermata pencaharian di pertanian. Selain padi, ada jagung. Karena untuk sumber air mencukupi, hasil panen padi bahkan bisa 3 kali setahun. “Karena itu, jalur transportasi pertanian ini penting untuk menunjang hasil pertanian,” ujarnya.
Dan di tahun ini, Desa Wotgalih memiliki program ketahanan pangan. Untuk program ini diberikan kepada kelompok masyarakat (pokmas). Nantinya mereka bakal diberikan hibah 10 ekor sapi. Tujuan dari program ini adalah untuk mendukung adanya sumber ekonomi baru yang bisa meningkatkan ekonomi warga untuk ketahanan pangan nasional.
Vaksinasi Capai 76 Persen
Tahun ini di Desa Wotgalih masih tetap memberikan bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD). Pemdes Wotgalih juga melakukan percepatan vaksinasi. Tercatat sampai pertengahan Maret ini tingkat vaksinasi sudah mencapai 76 persen.
Kepala Desa Wotgalih Rini Kusmiyati mengatakan bahwa untuk satgas Covid-19 di desa tetap rutin melakukan sosialisasi kepada warga. Karena pandemi belum berakhir. Termasuk kedisiplinan warga untuk tetap mentaati protokol kesehatan.
“Untuk BLT-DD tahun 2022 jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) lebih banyak yaitu sebesar 137. Lebih banyak jika dibandingkan tahun lalu yang hanya 90 KPM,” terangnya. Untuk penerima BLT-DD diberikan Rp 300 ribu per bulan sepanjang tahun ini.
Namun fokus pemdes adalah menggalakkan vaksinasi. Rini mengatakan, berbagai tantangan juga dirasakan dalam proses vaksinasi. Namun pemdes bersama Forkopimda bersinergi untuk rutin memberikan sosialisasi sampai door to door ke rumah.
“Alhamdullilah lewat sosialisasi rutin sampai ke rumah-rumah warga. Banyak yang sudah mau vaksin. Baik dilakukan di balai desa sampai saat kegiatan Posyandu dan jemput bola ke masyarakat untuk vaksinasi,” terangnya.
Targetnya dari 76 persen tingkat vaksinasi bisa terus bertambah hingga 100 persen. Selain itu, juga harapannya pandemi segera berakhir agar semua kegiatan bisa normal kembali dan pembangunan desa juga kembali maksimal. (eka/fun/*)
Program dan Kegiatan Desa Wotgalih
Tahun 2021
- Pavingisasi di Dusun Krajan
- Pavingisasi jalan pertanian Dusun Karanganyar
- Penanganan Covid-19 dan BLT-DD
Tahun 2022
- Ketahanan pangan berupa hibah sapi
- Penanganan Covid-19, BLT-DD, dan vaksinasi