Letaknya di Jalan Pahlawan. Tepat di seberang Taman Kota. Tapi sejak 1964, bangunan itu beralih fungsi menjadi gedung sekolah. Pemkot Pasuruan berupaya mengembalikan nuansa historis dari gedung yang diresmikan dengan nama Societiet de Harmonie pada 1858 itu.
Hal itu terlihat dari pekerjaan yang hingga kemarin masih berjalan. Meski pekerjaannya belum sepenuhnya rampung, namun bangunan itu terlihat lebih segar. Pepohonan yang selama ini berdiri di tapi jalan dikepras. Termasuk pagar sekolah. Sehingga tak ada lagi penghalang pandangan terhadap gedung berwarna serba putih itu.
Yang paling mencolok, yakni ornamen tulisan pada bagian atas gedung. Kini sudah diganti. Dari sebelumnya bertuliskan SMK Untung Suropati, kini dikembalikan seperti awal mula bangunan itu berdiri: Harmonie.
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan pemugaran Gedung Harmoni menjadi langkah awal mengembangkan wisata heritage. Gedung itu diyakini memiliki daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke kota santri ini. Karena selama perjalanan sejarahnya, gedung itu sendiri punya nilai historis yang tinggi. Dan tentu menjadi saksi bisu perkembangan Kota Pasuruan selama ratusan tahun terakhir.
“Sekarang Gedung Harmoni ini memang sedang dipoles lagi agar semakin menarik,” kata Gus Ipul –sapaan Saifullah.
Ia menginginkan sepanjang Jalan Pahlawan ke depan menjadi jujukan wisata heritage di Kota Pasuruan. Karena memang terdapat banyak bangunan bersejarah di kawasan tersebut. Bukan hanya Gedung Harmoni saja. Gus Ipul juga berencana mengintegrasikan kawasan heritage dengan sejumlah bangunan lain. Seperti Taman Kota, Taman Makam Pahlawan, hingga Gedung Proefstation Oostjava yang kini dikenal dengan Gedung P3GI.
“Rencana ke depan memang kami inginkan sepanjang Jalan Pahlawan sebagai kawasan wisata sejarah. Makanya mulai sekarang kami integrasikan beberapa bangunan yang punya nilai sejarah di kawasan itu,” tandasnya. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin