Sejak pandemi, sebagian besar anggaran memang banyak terserap untuk penanganan Covid. Namun, di tahun 2022, tetap diupayakan ada peningkatakan jalan atau akses ke Penunggul Mangrove Park.
“Jalan menuju Penunggul Mangrove Park sudah dipaving tahun lalu, dan tahun ini rencananya kita buat tembok penahan tanah (TPT) agar lebih kuat,” ujar Kepala Desa Penunggul Selamet Sunhaji.
Selamet mengatakan, wisata mangrove memang sudah diinisiasi sejak tahun 2020 lalu. Ada 25 hektare mangrove yang saat itu belum diberdayakan. Dengan upaya Desa Penunggul, saat ini sejumlah fasilitas semakin berkembang.
Saat ini fasilitas yang sudah ada di antaranya jogging track di mangrove, gazebo, spot-spot foto instagramable, dan sarpras penunjang lainnya. Untuk masuk ke Penunggul Mangrove Park, ini gratis hanya bayar parkir. Motor dikenai Rp 3 ribu dan mobil Rp 5 ribu.
“Harapan kami, Penunggul Mangrove Park ini makin dikenal lebih luas. Namun, pengembangan memang masih terus dilakukan bertahap. Kami ingin ini bisa menjadi penggerak ekonomi warga Penunggul,” terangnya.
Kemudian, di tahun 2021 lalu beberapa pembangunan juga dilakukan yaitu pembangunan jalan trotoar di Dusun Pesisir sepanjang 330 meter. Tujuannya, agar kondisi kanan kiri jalan lebih tertata rapi. Selain itu, tahun 2021 lalu juga ada pembangunan gapura masuk desa di Dusun Pesisir.
Vaksinasi Sudah Capai 90 persen
Demi membentuk herd immunity di Kabupaten Pasuruan, Desa Penunggul juga berupaya untuk vaksinasi seluruh warganya. Saat ini tingkat vaksinasi sudah mencapai 90 persen untuk dosis pertama, 80 persen untuk dosis kedua. Bahkan, vaksin booster masih terus berjalan. Sisa 10 persennya, karena ada yang takut ataupun yang sakit. Namun, targetnya semua warga di Penunggul bisa segera tervaksinasi.
Tingginya tingkat vaksinasi, dikatakan, karena dari desa rutin sosialisasi terkait fungsi dan dampak vaksin bagi imun tubuh. “Termasuk kami rutin door to door ke rumah-rumah warga, baik sosialisasi sampai vaksinasi khususnya lansia-lansia,” terang Kepala Desa Penunggul Selamet Sunhaji.
Dia menambahkan, pandemi yang sudah berlangsung di tahun ketiga tetap menjadi perhatian penuh dari pemerintah desa (Pemdes) Penunggul. Satgas Covid-19 tetap rutin melakukan sosialisasi protokol kesehatan (prokes) agar warga tetap memakai masker saat bepergian.
“Selain rutin mengimbau warga agar tetap taat prokes, bantuan juga diberikan kepada warga terdampak pandemi lewat Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD),” ujarnya.
Bantuan tahun ini lebih banyak diberikan. Jika tahun lalu hanya 50 keluarga penerima manfaat (KPM), tahun 2022 ini bertambah menjadi 84 KPM. Penerima BLT-DD dipastikan yang terkena dampak pandemi dan belum tersentuh bantuan lainnya seperti PKH, BPNT, dan bansos lainnya. Tahun ini diberikan sebanyak Rp 300 ribu per bulan sepanjang tahun.
“Harapan kami, semoga Covid-19 ini bisa segera selesai. Agar kegiatan masyarakat bisa normal kembali termasuk pembangunan desa juga bisa dilakukan maksimal,” harapnya. (eka/fun/*)
Pembangunan dan Program di Desa Penunggul
Tahun 2021
- Pembangunan jalan trotoar di Dusun Pesisir
- Pembangunan Gapura Desa di Dusun Pesisir
- Penanganan Covid-19 dan BLT-DD
Tahun 2022
- Peningkatan jalan wisata menuju Penunggul Mangrove Park
- Penanganan Covid-19 dan BLT-DD