Video joget itu menampilkan empat remaja putri dengan mengenakan hoody, berjilbab serta bermasker. Dalam video itu mereka sangat lincah menirukan joget-joget yang ada di aplikasi.
Saat dikonformasi Camat Lekok, Mulyodadi membenarkan terkait kejadian itu. Menurutnya itu terjadi didaerahnya. Kejadiannya pada Rabu (16/3) lalu. Pihaknya juga langsung melakukan klarifikasi terkait kejadian itu.
"Sebelumnya memang ndak ketemu. Tapi tadi ino (sore. Red) ketemu dan memang di daerah saya," katanya.
Menurutnya, kegiatan itu sejatinya bulan acara haflah. Memang sebelumnya ada kegiatan haflah dan berakhir pada malam harinya. Kemudian dilanjut kegiatan tersebut.
"Haflahnya sudah selesai. Tetapi kelirunya bannernya gak dicopot dan ada acara itu," ungkapnya.
Sementara itu, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan menyayangkan atas beredarnya video itu. Seharusnya acara imtihan diisi dengan acara-acara Islami. Sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) M Saad berharap tidak ada lagi kejadian serupa. Sehingga tidak menjadi polemik di masyarakat. "Saya harapkan kesemuanya jangan sampai terulang. Acara pesantren atau madin harus diisi dengan kegiatan yang islami," tuturnya. (sid/fun) Editor : Ronald Fernando