Dalam video yang beredar di medsos facebook dan instagram itu menampilkan tiga remaja putri. Diduga mereka adalah siswi yang tengah memeriahkan acara haflah salah satu madrasah di Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Video itu berdurasi 16 detik. Mulai detik awal hingga akhir, remaja putri yang berpakaian serba terturup itu berjoget TikTok. Ketiganya juga memakai masker dan kacamata hitam, sehingga wajah mereka tidak tampak. Di bawah panggung, tampak beberapa warga mengabadikan joget tiga remaja perempuan ini dengan ponsel.
Video ini tersebar di sosial media. Tak lama setelah diunggah, video itu pun banjir komentar netizen. Warga setempat membenarkan video itu memang terjadi di Kraton.
Namun begitu, ia tidak mengetahui kapan peristiwa yang ada di dalam video terjadi. "Sepertinya itu video lama," kata pria yang enggan disebut namanya ini.
Seperti yang diunggah oleh akun Instagram. Video itu sudah dikomentari hampir 1.000 akun. Kebanyakan komentarnya bernada nyinyir.
"Mesti iki madrasah ala kadare, pokok.e ngaji," tulis akun @adin_anggara95.
"Sebaiknya jangan dibantu repost. Cukup miris buat kami melihatnya. Takutnya karena kesalahfahaman orang awam bikin hinanya, bobroknya keadaan umat islam. Lebih baik gak menunjukan atau men-share apa yang menjadi kekurangan suatu madrasah ataupun nama santrinya. Apa lagi kejadian di Pasuruan sendiri. Kalaupun sudah viral ya gak usah nambahin viralin," tulis salah atu akun.
Jawa Pos Radar Bromo mencoba untuk mendatangi madrasah tersebut. Tetapi, tidak menemukan satu orangpun.
Untuk memastikan kejadian itu pula, Radar Bromo mencoba mengkonfirmasi Kapolsek Kraton AKP Teguh Taviyarto. Menurutnya, pihaknya masih melakukan kroscek. "Masih kami kroscek. Kami belum mengetahui," ungkapnya. (sid/fun) Editor : Jawanto Arifin