Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Gustap Purwoko mengatakan, dinasnya kini berkonsentrasi menggarap infrastruktur penunjang kawasan wisata bahari. Yaitu, akses jalan menuju kawasan pelabuhan. Sebab, pengembangan wisata harus ditunjang dengan kondisi jalan yang memadai.
Selama ini, lanjut dia, kondisi jalan di kawasan pelabuhan kurang nyaman untuk dilewati. Belum tersentuh perbaikan. Sebab, sepanjang jalan akses ke pelabuhan merupakan wilayah Pelindo.
”Sekarang kan sudah ada kerja sama antara Pak Wali Kota dengan Pelindo, termasuk mengenai wisata bahari. Kami bisa ikut andil mempercantik kawasan pelabuhan,” ungkap Gustap.
Pengembangan wisata bahari memang perlu waktu panjang. Perlu intergrasi lintas sektor. Pariwisata memang menjadi daya tarik utama. Namun, ada sektor lain yang juga harus disiapkan agar kawasan tersebut banyak dilirik orang. Misalnya, pusat kuliner dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
”Untuk tahap awal, kami benahi jalan akses utama menuju kawasan yang akan dijadikan wisata bahari,” kata Gustap.
Pemkot Pasuruan menyiapkan dana sekitar Rp 3 miliar untuk menggarap infrastruktur jalan tersebut. Panjangnya sekitar 1 kilometer. Perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh. Mulai gapura pelabuhan hingga ke ujung dermaga. Apalagi, selama ini, jalan di kawasan pelabuhan sering rusak karena genangan air hujan.
”Sistem drainasenya perlu ditata kembali supaya air tidak sampai ke permukaan jalan. Sekaligus membuat jalur pedestrian yang lebih mendukung kawasan wisata,” tambahnya. (tom/far) Editor : Jawanto Arifin