Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sekitar pukul 12.00, tidak ada warga yang berlalu lalang di jalanan. Jalan raya, kampung, dan tempat-tempat lain benar-benar sepi. Toko dan pusat perbelanjaan pun tutup hari itu.
Jalan akses melalui rute Pasrepan dan rute Purwodadi dijaga ketat oleh petugas keamanan. Mereka melarang para wisatawan maupun orang-orang yang tidak berkepentingan masuk wilayah Tosari. Tujuannya, warga Hindu bisa menjalankan ritual perayaan Hari Raya Nyepi dengan khusyuk. Tidak ada gangguan dari luar.
Camat Tosari Edy Priyanto mengatakan, wilayahnya saat Kamis (3/3) sepi total. Nuansa toleransi sangat terasa. Sebab, Tosari tidak hanya dihuni oleh warga Hindu, tetapi juga muslim dan Kristen.
”Kami bersyukur toleransi sangat dijaga,” katanya.
Camat Edy berharap kerukunan umat beragama terus terjaga. Situasi seperti itu yang membuat Tosari tenteram dan nyaman. Penutupan jalur ke Tosari dimulai pada Rabu pukul 05.00. Baru buka pada Jumat (4/3) pukul 03.00. Jalur itu akan dibuka lagi. Sejauh ini, kata Edy, tidak ada wisatawan yang menuju Bromo. Pada Rabu lalu beberapa diminta putar balik. (sid/far)