Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Rancang Keramba Jaring Apung di Perairan Lepas Pantai Kota Pasuruan

Jawanto Arifin • Selasa, 1 Maret 2022 | 20:22 WIB
PULANG MELAUT: Nelayan di Panggungrejo usai mencari ikan. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)
PULANG MELAUT: Nelayan di Panggungrejo usai mencari ikan. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo - Nelayan Pasuruan bakal didorong untuk mengembangkan produksi perikanan dengan cara yang lebih modern. Selain memberikan bantuan budi daya ikan berupa kolam buatan, Pemkot Pasuruan kini berencana menggarap pengembangan budi daya di perairan. Yaitu, dengan keramba jaring apung (KJA) lepas pantai.

Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan Imam Subekti mengaku, tengah menyiapkan rancangan keramba jaring apung. Sejauh ini, pihaknya tengah mengkaji pengembangan pola budi daya tersebut. Dinasnya juga mempelajari keramba jaring apung yang sudah diterapkan di sejumlah daerah lain.

“Kami sudah punya gambaran untuk mengembangkan budi daya di perairan. Saat ini kami masih kaji yang ada di daerah lain,” katanya.

Ia yakin keramba jaring apung juga bisa diterapkan di Kota Pasuruan. Dengan adanya keramba jaring apung, nantinya bisa meningkatkan potensi akuakultur sekaligus mendongkrak produksi perikanan. Di samping itu, juga bisa menggenjot pemanfaatan lahan perairan lebih maksimal. Sebab, wilayah perairan yang dibangun keramba jaring apung lebih produktif. Ekosistemnya juga tetap terjaga.

“Tentu ini juga akan menjadi peluang usaha baru dalam sektor usaha perikanan. Sekaligus bisa menyerap tenaga kerja,” katanya.

Katanya, sudah saatnya nelayan bekerja dengan teknologi. Imam mencontohkan, pada 2021, pemerintah mendorong masyarakat untuk membudidayakan ikan di tiap kelurahan. Bahkan, di 34 kelurahan sudah terbentuk dua kelompok yang membudidayakan ikan dengan dua kolam buatan.

“Kami berpikir untuk pengembangan budi daya, di darat kan sudah mulai berjalan. Maka sekarang kami berupaya mendorong penerapannya di perairan,” ujarnya.



Imam menggambarkan, keramba jaring apung nanti juga bisa dikelola kelompok nelayan. Dinasnya hanya menyiapkan infrastrukturnya. Selebihnya bisa dikelola kelompok nelayan. Imam menargetkan program itu bisa mulai direalisasikan tahun depan.

“Saat ini kami masih perlu waktu untuk mempelajarinya dulu. Agar benar-benar siap untuk diterapkan di sini. Paling cepat kami rancang program ini untuk bisa direaliasi pada 2023,” jelas Imam. (tom/rud) Editor : Jawanto Arifin
#perairan pasuruan #perikanan kota pasuruan