Mokhamad Rizky, pengelola Sumber Daya Air Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur mengatakan, normalisasi Sungai Welang Lama itu sangat penting. Pekerjaannya sudah berjalan. ”Iya, tahun ini kami kerjakan,” katanya.
Menurut Rizky, Sungai Welang Lama yang berada di wilayah Kecamatan Kraton itu meluap dan menyebabkan banjir lagi pada tahun ini. Tinggi air saat banjir terjadi pertengahan Januari lalu, sekitar 1 meter. Adapun Sungai Welang Baru lebih stabil karena sudah terpasang tembok penahan air.
”Tentu tujuan normalisasi adalah mengentas sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan sungai,” ungkapnya.
Rizky menyebutkan, pada 2022 ini, ada tiga sungai yang direncanakan dinormalisasi. Selain Sungai Welang Lama, dua sungai lain berada di wilayah timur. Yakni, Sungai Rejoso dan Kali Petung. Normalisasi sungai-sungai tersebut menjadi kewajiban Pemprov Jatim. Sebab, kewenangan penanganan sungai memang ada pada pemprov.
"Untuk dua sungai itu masih menunggu alat beratnya. Karena kan alat beratnya dipakai normalisasi tidak hanya di Pasuruan," tandasnya.
Panjang area normalisasi setiap sungai tidak sama. Untuk Sungai Welang, panjang yang dinormalisasi sekitar 2,5 kilometer. Sungai Rejoso sekitar 1 sampai 2 kilo. Untuk Kali Petung, Rizky mengaku lupa panjang pengerjaan normalisasinya. Termasuk, soal berapa anggaran masing-masing. “Saya tidak hafal,” terangnya. (sid/far) Editor : Jawanto Arifin