Program ini merupakan pendampingan toko kelontong yang diselenggarakan Sampoerna di bawah payung program Sampoerna untuk Indonesia bersama dengan Pemkab Pasuruan. Upaya ini juga diwujudkan melalui pendirian Pusat Belajar sebagai bagian dari program Yuk Nonggo SRC (Sampoerna Retail Community). Dengan adanya pusat belajar, program ini menjadi lebih berkualitas serta berkelanjutan bagi para pelaku UMKM, khususnya pemilik toko kelontong.
SRC merupakan program pendampingan PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) bagi toko kelontong. Program yang berjalan sejak 2008 ini berfokus pada pengembangan usaha dan peningkatan daya saing UMKM. Saat ini, anggota SRC berjumlah 160.000 dan tersebar di 34 provinsi di Indonesia, termasuk di Pasuruan, Jawa Timur.
Pusat Belajar Yuk Nonggo SRC, yang berlokasi di Kota Pasuruan, diresmikan Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf dan Kepala Pengembangan Bisnis Komersial Sampoerna, Ellen Yuliawati, Senin (24/1). Pusat Belajar ini akan menjadi wadah dalam mempersiapkan calon-calon pemilik toko kelontong dalam beradaptasi dan berkompetisi serta tempat pemasaran produk UMKM lokal juga.
Ellen Yuliawati menjelaskan, situasi pandemi memberikan pelajaran untuk semua industri dan lini kehidupan agar bergerak taktis dan dinamis. Tak terkecuali toko kelontong sebagai bagian dari UMKM. Kebutuhan untuk beradaptasi dengan cepat dan dukungan inovasi teknologi sangat diperlukan untuk mendorong ekonomi daerah hingga berkontribusi pada ekonomi nasional.
“Kolaborasi dan inovasi yang kami lakukan bersama Pemkab Pasuruan akan menjadi tonggak sejarah bagi keduanya. Melalui program berkelanjutan seperti Yuk Nonggo SRC, diharapkan dapat mendorong toko kelontong untuk bisa lebih maju dan berkembang,” jelas Ellen Yuliawati dalam keterangan resminya di Pasuruan.
Ellen Yuliawati menyatakan, dalam proses kerja sama tersebut, pemilik toko kelontong akan diberikan edukasi, pembinaan, dan pendampingan. Sehingga mereka bisa mengambil keputusan tepat dalam hal berbisnis, terutama ketika menghadapi situasi krisis sekalipun. Selain itu, para pedagang akan mendapatkan transfer knowledge mengenai inovasi teknologi yang dapat diaplikasikan untuk mendukung aktivitas ke depan. “Program ini juga akan menciptakan ekosistem bisnis yang mumpuni didukung digitalisasi,” ujar Ellen Yuliawati .
Ellen Yuliawati menambahkan UMKM di Pasuruan akan lebih cepat mandiri karena Sampoerna juga membantu dalam pendistribusian produk-produk UMKM lokal melalui Pojok Lokal SRC. Adapun, Pojok Lokal SRC disediakan di seluruh mitra toko kelontong SRC sebagai wadah bagi para UMKM lain (non-toko kelontong) untuk memasarkan produknya.
Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menjelaskan, Pemkab Pasuruan turut berperan dalam mengajak para pemilik toko kelontong untuk berkolaborasi dalam program Yuk Nonggo SRC. Selain itu pihak pemerintah juga akan berpartisipasi penuh dalam menjalankan Learning Center UMKM.
“Pemerintah daerah memastikan seluruh jajaran sampai level kecamatan untuk bergabung dalam program Yuk Nonggo SRC, karena program ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk menggenjot perekonomian daerah,” ungkap Irsyad Yusuf. (unt/*)
Editor : Fandi Armanto