Rino Wahyu, pejabat pembuat komitmen (PPK) pemeliharaan jalan dan jembatan UPT PJJ Probolinggo Wilayah Pasuruan memastikan, pada awal 2022 ini, perbaikan jalan provinsi yang longsor dilakukan di Desa Baledono, Kecamatan Tosari. Pemprov telah menganggarkan Rp 2,5 miliar.
”Sudah dianggarkan. Tapi, sebelum pengerjaan, ada proses lelang dulu," katanya.
Rencana perbaikan sekitar April-Mei. Menunggu berakhirnya musim hujan yang saat ini intensitasnya tinggi. Menurut pria yang akrab disapa Reno itu, desain proyeknya sedang disusun.
"Seperti apa perbaikannya masih disusun. Yang pasti, tahun ini jalan tersebut diperbaiki," jelasnya.
Longsor terjadi di separo badan jalan. Panjangnya sekitar 50 meter. Tingginya diperkirakan 7 sampai 8 meter, bahkan bisa lebih sampai 15 meter. Anggaran Rp 2,5 miliar itu tidak hanya berfokus pada perbaikan bekas longsor di satu titik itu. Tetapi, dananya juga digunakan untuk perbaikan jalan lain. Misalnya, wilayah Kecamatan Puspo.
"Rencananya, yang kami tangani ada dua titik. Satu di titik longsor besar yang di Baledono. Satu titik lagi sekitar 5 kilometer sebelum Baledono kiri jalan,” jelasnya.
Reno menambahkan, pemprov juga bakal melakukan penataan pembuangan air hujan. Terutama air dari jalan kampung yang lari ke jalan dan yang tidak tertampung saluran. Diharapkan, aliran air bisa masuk ke saluran-saluran drainase. Sehingga tidak menyebabkan gerusan terhadap lereng dan menyebabkan longsor. (sid/far) Editor : Jawanto Arifin