Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sirine EWS Bunyi, Petugas Langsung Pergi ke Lokasi

Jawanto Arifin • Selasa, 11 Januari 2022 | 21:23 WIB
LANGSUNG TERJUN: Petugas membersihkan sampah di kali Petung, pagi kemarin. Dinas PU PR meniagakan personelnya selama penghujan untuk memantau debit sungai. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
LANGSUNG TERJUN: Petugas membersihkan sampah di kali Petung, pagi kemarin. Dinas PU PR meniagakan personelnya selama penghujan untuk memantau debit sungai. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo - Hujan deras yang mengguyur kawasan Pasuruan, Minggu (9/1) malam membuat debit air tiga sungai di Kota Pasuruan meningkat. Beruntung, naiknya debit air sungai tak berlangsung lama. Early Warning System (EWS) yang sudah terpasang di tiga sungai bekerja dengan baik.

Kenaikan debit air pun terekam alat tersebut. Dan segera mengirimkan sinyal. Sirine meraung. Petugas pun segera datang untuk mengantisipasi luapan air sungai. Semakin cepat petugas datang, maka semakin cepat pula untuk menormalkan kembali debit air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko mengaku, pihaknya terus menyiagakan personelnya selama musim hujan berlangsung. Dengan begitu, mereka bisa segera dikerahkan apabila ada masalah terkait pengairan akibat derasnya hujan.

Setiap hari mereka juga memantau kondisi saluran air dan sungai agar alirannya tak terhambat. “Termasuk ketika terjadi peningkatan debit air seperti tadi malam (Senin, Red),” kata Gustap.

Sedikitnya ada 14 personel dari Dinas PUPR yang turun untuk menormalkan debit air sungai. Sebab debit air di tiga sungai di wilayah kota sama-sama naik. Namun Gustap menyebut, dinasnya lebih berkonsentrasi untuk mengatasi naiknya debit air di Sungai Petung.

“Konsentrasi kami memang di Petung karena memang dianggap rawan,” katanya.



Muslim, salah seorang petugas yang menormalkan debit air di sekitar Jembatan Buk Wedi, kemarin mengakui jika naiknya debit air akibat banyaknya sampah yang terbawa arus sungai. Menurutnya hujan deras membuat debit air meningkat. Ditambah dengan sampah yang ikut terbawa ke arah muara.

“Kami lakukan penyisiran mulai dari perbatasan sampai ke muara, untuk mencari di mana hambatannya,” jelasnya.

Sebab, meningkatnya debit air sungai tersebut terjadi lantaran ada hambatan akibat tumpukan sampah. Beruntung, naiknya debit air tidak sampai meluber ke bibir sungai. “Karena memang cepat ditangani sehingga tidak sampai meluber,” katanya. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin
#ews #sungai kota pasuruan #early warning system