Wawan Budi Setiawan, pimpinan PPIU PT Dimas Brian Taktis, menyatakan menyambut baik pembukaan kesempatan ibadah umrah yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi. Sekaligus, mengapresiasi upaya-upaya pemerintah Indonesia.
”Kami berterima kasih kepada semua pihak. Karena tahun ini sudah bisa memberangkatkan jamaah umrah,” katanya.
Wawan menjelaskan, selain pembukaan pintu masuk jamaah umrah, ada hal lain yang juga patut diapresiasi. Yaitu, upaya pengurangan masa karantina. Yang sebelumnya 10 hari dan naik menjadi 15 kini turun menjadi hanya 7 hari. Itu merupakan upaya yang bisa meringankan para jamaah.
"Karena waktu karantina sendiri sudah banyak. Mulai di Indonesia, Jeddah, hingga nanti kembali ke Indonesia,” katanya.
Sabtu (8/1), ada 419 jamaah umrah yang diberangkatkan dari asrama haji Pondok Gede, Jakarta. Namun, Wawan mengaku dirinya tidak mengetahui apakah ada jamaah dari Kabupaten Pasuruan. Sebab, jamaah dari travelnya baru Februari mendatang diberangkatkan.
"Ada 20 orang yang akan berangkat. Untuk Januari jamaah kami tidak ada," tuturnya.
Ongkos ibadah umrah menjadi lebih besar. Sebab, ada biaya untuk masa karantina. Biaya itu dibebankan kepada jamaah masing-masing. Untuk umrah, total biayanya sekarang menjadi sekitar Rp 40 juta sampai Rp 50 juta. Sebelum pandemi Covid-19, biaya umrah masih berada di kisaran Rp 25 juta sampai Rp 30 juta.
”Jelas membengkak. Soalnya itu ditanggung jamaah," terangnya. (sid/far) Editor : Jawanto Arifin