Tugu jam itu digadang-gadang menjadi ikon heritage di Kota Pasuruan.
Sebab Kota Pasuruan memang punya sejarah yang cukup panjang. Banyak bangunan-bangunan kuno yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Dan rencananya akan dikembangkan menjadi wisata heritage. Di samping potensi wisata religi yang selama ini sudah menjadi magnet bagi masyarakat luar daerah datang ke Kota Pasuruan.
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf menyatakan, digantikannya Tugu Adipura menjadi Tugu Jam untuk menonjolkan sisi heritage dari Kota Pasuruan. Menurut Gus Ipul, Tugu Jam menyimbolkan perjalanan sejarah kota yang sempat menjadi pusat perdagangan di era kolonial. Selain itu, dia berharap jika berdiri Tugu Jam bisa jadi ikon baru yang bisa memperindah Kota Pasuruan.
“Hasil kajian dari literatur dan foto, ikon Tugu Jam memang sudah melekat di kehidupan masa lalu Kota Pasuruan. Tugu Jam sejak dulu sudah mewarnai sejarah perjalanan Kota Pasuruan,” ujar Gus Ipul
Ya, beberapa dekade lalu Kota Pasuruan memang memiliki tugu jam. Letaknya di perempatan penjara. Dibangunnya tugu jam tidak sekadar mempercantik kota. Tetapi juga menghidupkan kembali ikon yang pernah ada di masa lalu. Karenanya konsep tugu jam itu dibuat semirip mungkin dengan tugu jam yang pernah ada di perempatan Kumala.
Gayanya cukup sederhana. Berbentuk segi empat. Menampilkan petunjuk waktu di empat penjuru jalan. Ditopang sebuah tiang. Tampilannya juga hanya memadukan warna gelap dengan putih terang. Khas ornamen-ornamen klasik yang sederhana.
Diluar itu, mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu mengatakan, ikon jam juga bisa dijadikan ajakan kepada warga untuk selalu disiplin menghargai waktu.
“Terutama bagi PNS selaku pelayan masyarakat, ini juga semacam ajakan untuk disiplin menghargai waktu. Kepada masyarakat, mari kita komitmen terhadap waktu,” kata dia.
Sementara itu, dengan adanya tugu jam, Tugu Adipura yang sebelumnya berada di lokasi itu akan dipindahkan. Gus Ipul juga mengakui Tugu Adipura tidak kalah penting dan ikonik. Karena itu, ornamen Adipura tak akan dihilangkannya. Hanya saja lokasinya berpindah. Tidak lagi di perempatan jalan. Tetapi direlokasi ke taman kota.
“Tugu Adipura juga sangat penting untuk simbol ajakan agar kita semua mencintai lingkungan dan menjaga kebersihan,” kata Gus Ipul. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin