Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat menyatakan, EWS diperlukan agar semua pihak bisa mengetahui potensi banjir beberapa saat sebelum terjadi. Sehingga bencana yang melanda bisa tertangani secara lebih efektif. Dan tidak sampai tidak menimbulkan korban.
”Saat ini EWS sudah terpasang di tiga sungai yang ada di wilayah kota,” beber Kokoh.
Dia menyebut pemasangan EWS sudah dilakukan akhir 2021 lalu. Alat tersebut dipasang di sungai Welang, Gembong dan Petung. Alat tersebut bekerja menggunakan kamera dan sensor. Fungsinya memantau debit air secara real time. Dengan demikian, bisa dilakukan langkah antisipasi sebelum banjir bandang tiba.
“Jadi, alat itu membaca debit ketinggian air melalui rekaman kamera. Dari pantauan gambar itu kemudian output-nya berupa angka-angka,” kata Kokoh.
Ketika debit air meningkat dan berpotensi meluap hingga terjadi banjir, alat tersebut akan mengirimkan sinyal peringatan. Baik dengan status siaga maupun waspada. Sejumlah perangkat daerah terkait bisa bergerak ke lapangan melakukan langkah penanganan bencana. Mulai dari BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan instansi terkait lainnya.
Kokoh mengatakan, alat tersebut terpasang di kawasan hulu aliran sungai di Kota Pasuruan. Sehingga ketika sungai tinggi yang bisa memicu terjadinya banjir, instansi terkait langsung bisa dilakukan langkah antisipasi atau melakukan evakuasi warga.
“Idealnya memang ditempatkan di hulu supaya sistem itu lebih cepat membaca kondisi debit air,” ujarnya. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin