Informasi yang dihimpun radarbromo.jawapos.com usai kejadian, insiden yang melanda rumah Eko Pranoto itu terjadi, Selasa (14/12) malam. Sebelum kebakaran terjadi, Nurul Fajariyah, istri Eko sempat mendengar keributan suara alarm mobil Daihatsu Sigra yang ada di garasi rumah. Namun Nurul tak curiga dengan suara alarm tersebut.
Dia mencoba mematikan alarm mobil dengan menggunakan remot mobil. Akan tetapi sudah berkali-kali memencet remot, suara alarm tak mau diam. “Setelah itu didatangi ke garasi,” kata Kapolsek Pohjentrek AKP Sukrisno.
Betapa Nurul tak terkejut setelah tahu mobilnya sedang dalam bahaya. Terlihat dari kap keluar asap. Percikan api juga mulai menjilati dan disusul membesarnya kobaran dalam waktu yang singkat. Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh badan mobil. Kobaran api juga menyebar ke seluruh ruangan garasi. Bahkan sampai menjulang ke bagian atap garasi.
Insiden itu dengan cepat didengar tim pemadam kebakaran. Ada enam unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan. Semua petugas langsung berjibaku dengan api. Untuk melokalisasi area yang terbakar, petugas bahkan harus menaiki tangga untuk menyemprotkan api ke dalam garasi.
Petugas mengepung api agar tak semakin meluas. Mereka butuh waktu sekitar dua jam untuk menaklukkan api. Sekitar pukul 23.30, api sudah padam. Tetapi petugas melanjutkan pembahasan di seluruh area yang terbakar. Terutama mobil yang sudah hangus tinggal rangka.
Kapolsek memastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut. Hanya saja, kerugian material yang diakibatkan saat ini masih didalami. Yang jelas, penyebab kebakaran itu berasal dari mobil di garasi. Karena kebakaran terjadi setelah pemilik rumah melihat ada kepulan asap yang keluar dari bagian kap kemudian memercikkan kobaran.
“Sedangkan saat kejadian kondisi garasi itu tertutup semua,” kata Sukrisno. (tom/fun) Editor : Fandi Armanto