Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tunggu Usulan Raperda untuk Sanksi Betor Masuk Kota

Jawanto Arifin • Sabtu, 4 Desember 2021 | 01:41 WIB
PEMBATASAN: Salah satu rambu larangan masuk bagi betor yang dipasang di Jalan Belitung, Kota Pasuruan. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
PEMBATASAN: Salah satu rambu larangan masuk bagi betor yang dipasang di Jalan Belitung, Kota Pasuruan. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
GADINGREJO, Radar Bromo - Rambu larangan becak motor (betor) masuk jalanan tengah Kota Pasuruan, sudah dipasang. Namun, sejauh ini petugas di lapangan belum bisa menindak para pelanggarnya. Karena, sejauh ini payung hukumnya belum tersedia.

Kabid Angkutan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan Agus Budi Darmawan mengatakan, penindakan terhadap betor bandel belum ada. Pihaknya masih mengedepankan upaya preventif seperti teguran.

Ia mengakui sejumlah rambu-rambu larangan telah dipasang. Seperti, di Simpang PLN lama, Simpang Kumala, Jalan Belitung, dan di depan Terminal Wisata. Tetapi, selama ini masih sering ditemukan betor yang nekat masuk jalan tengah kota.

“Rambu ini bersifat imbauan agar mereka patuh. Teguran juga rutin dilakukan. Cuma ternyata belum maksimal. Kalau penindakan lanjutan masih dikoordinasikan dengan Satlantas," ujarnya.

KBO Satlantas Polres Pasuruan Kota Ipda Rio Sagita menyebutkan, pihaknya masih mengedepankan langkah humanis. Sebab, memang payung hukum terkait penindakannya belum ada. “Giat sosialisasi dulu yang dikedepankan. Kami masih menunggu aturan. Penindakannya seperti apa, betornya dikemanakan,” ujarnya.



Anggota Komisi III DPRD Kota Pasuruan Ismu Hardiyanto mengaku masih menunggu usulan peraturan daerah (perda) dari Pemkot, untuk aturan penindakan betor. Tetapi, menurutnya dalam penindakan juga perlu dipikirkan penanganan pemilik betor.

“Rata-rata pemilik betor mencari nafkah. Makanya kami masih tunggu dari Pemkot, usulannya seperti apa,” ujarnya. (riz/rud) Editor : Jawanto Arifin
#betor masuk kota #jalanan kota pasuruan