Ketua Himpunan Pemerhati dan Pecinta Lingkungan (HP2L) Kota Pasuruan Ihsan Khoiri menyatakan, tali pembatas itu seharusnya sudah dibuka. Apalagi saat ini taman sudah dibuka bagi masyarakat. Keberadaan taman ini sangat penting sebagai wisata keluarga. Apalagi saat ini Kota Pasuruan sudah berada di zona hijau.
”Semestinya dibuka saja agar difungsikan lebih optimal,” ungkapnya.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat menjelaskan, taman kota saat ini memang sudah dibuka untuk umum. Namun, pemfungsiannya masih terbatas. Meski diperbolehkan untuk kegiatan, masyarakat tidak boleh berkerumun di Taman Kota.
Tali itu memang sengaja belum dilepas untuk mengantisipasi kerumunan masyarakat. Satgas tidak ingin masyarakat lengah hanya karena pandemi bisa lebih dikendalikan. Apalagi saat ini ada indikasi masyarakat mulai abai pada protokoler kesehatan. Jika sudah betul-betul terkendali, pasti akan dibuka penuh.
”Semoga tidak terjadi gelombang ketiga. Jadi, seluruh fasilitas umum (fasum) seperti taman bisa digunakan secara penuh," ujar Kokoh. (riz/far) Editor : Jawanto Arifin