Bantuan diberikan di GOR Untung Suropati Kota Pasuruan. Tak hanya bantuan untuk anak yatim, piatu dan yatim-piatu, juga ada bantuan kepada UMKM, program rehabilitasi sosial, program perlindungan dan jaminan sosial, program pemberdayaan sosial dan program penanganan fakir miskin mencapai Rp 3,9 Miliar untuk 10 daerah di Jawa Timur. Bantuan ini dimulai dari Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Banyuwangi, Kota dan Kabupaten Blitar, Kediri, Malang, Sidoarjo, Mojokerto dan Surabaya.
Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo yang menerima kunjungan Mensos mewakili Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf. “Saya sampaikan selamat datang, dan Alhamdullilah Kota Pasuruan saat ini dalam penanganan Covid-19 sudah masuk Level 1 sehingga kegiatan mengumpulkan masyarakat sudah bisa dilakuan kendati tetap dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.
Adi Wibowo mengungkapkan, dalam kunjungan kerja Mensos, juga akan ada pemadanan data. Sehingga realisasinya ke masyarakat dengan sasaran yang tepat dan teknis operasional di lapangan.
Di sisi lain, Mensos RI Tri Rismaharini juga memberikan motivasi agar anak-anak yatim, piatu dan yatim piatu bagi 48 anak yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19 di Kota dan Kabupaten Pasuruan, tidak pantang menyerah. “Kalian harus tetap semangat dan tidak ada kata menyerah. Berjuang tidak putus asa sesulit apapun,” ujarnya.
Dengan bantuan dari Kemensos maka diharapkan tidak ada putus sekolah. Karena dengan kerja keras dan kemauan yang keras bisa menjadi apapun yang dicita-citakan.
Selama kunjungan, isak tangis tak bisa dihindari. Ada suasana haru dirasakan oleh anak-anak juga Mensos saat berkumpul bersama. Tri Rismaharini mengatakan bahwa bantuan yang diberikan kemarin merupakan program Kemensos di akhir tahun. Selain untuk disabilitas juga ada bantuan untuk anak-anak yatim, piatu dan yatim-piatu. Untuk yang belum sekolah sebanyak Rp 300 ribu per bulan dan yang sudah usia sekolah sebesar Rp 200 ribu per bulan.
“Usulan 3 bulan yang lalu, dan hari ini top up 3 bulan. Sehingga yang usia sekolah turun Rp 600 ribu dan yang belum sekolah turun Rp 900 ribu,” pungkasnya. (eka/*) Editor : Jawanto Arifin