Salah satu kegiatan yang istimewa yaitu pengukuhan Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, sebagai desa "Sadar Kerukunan Umat Beragama". Pengukuhannya didasarkan pada penetapan Kemenag Jawa Timur melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pasuruan. Acara ini sekaligus mengawali seluruh rangkaian peringatan Hari Santri pada Kamis (21/10).
"Persaudaraan sangat penting bagi umat beragama. Pemkab Pasuruan sangat bangga ditetapkannya Desa Ngadiwono sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama,’’ kata Wakil Bupati Abdul Mujib Imron saat menghadiri acara itu.
Ditetapkannya Desa Ngadiwono sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama didasari pada tiga kriteria. Pertama, dalam satu desa terdapat lebih dari satu agama yang dianut oleh masyarakat. Kedua, terdapat tiga tempat ibadah dari agama yang berbeda. Ketiga, tidak pernah terjadi konflik antar pemeluk agama. Pemeluk agama hidup rukun dan damai.
Agenda peringatan dilanjutkan upacara Hari Santri keesokan harinya, Jumat (22/10) pagi di Pendapa Agung Wonokitri, Kecamatan Tosari. Upacara dipimpin oleh Wabup Mujib Imron dan diikuti jajaran Forkopimda dan beberapa pejabat OPD. Hadir juga beberapa tokoh agama dan pengurus TPQ dan Madin.
Gus Mujib, panggilan akrab Wabup Mujib Imron menyampaikan beberapa poin penting pada para santri saat memimpin upacara. Di antaranya, harapan agar para santri lebih aktif dalam pembangunan dengan penguasaan teknologi dan keilmuan.
"Dan yang tak kalah penting di situasi yang masih pandemi agar para santri berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada sesama santri maupun masyarakat secara berkelanjutan tentang pentingnya vaksinasi,’’ tambahnya.
Kegiatan peringatan hari santri dilanjutkan siang harinya dengan menggelar Istighotsah Kubro di Pendapa Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti Kabupaten Pasuruan. Istighotsah dipimpin Ketua MUI Kabupaten Pasuruan KH Nurul Huda bersama jajaran pengurus PC NU Kabupaten Pasuruan. (*/unt)