Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemkab Pasuruan Dorong Santri Kuasai Teknologi-Aktif Lawan Pandemi

Jawanto Arifin • Senin, 25 Oktober 2021 | 11:15 WIB
KHIDMAT: Wabup Pasuruan Abdul Mujib Imron (jas abu-abu) memimpin upacara Hari Santri yang digelar di Pendapa Agung Wonokitri, Tosari. (Foto: Pemkab for Jawa Pos Radar Bromo)
KHIDMAT: Wabup Pasuruan Abdul Mujib Imron (jas abu-abu) memimpin upacara Hari Santri yang digelar di Pendapa Agung Wonokitri, Tosari. (Foto: Pemkab for Jawa Pos Radar Bromo)
PERINGATAN Hari Santri tahun ini di Kabupaten Pasuruan terasa istimewa. Pemkab Pasuruan mengemas rangkaian Hari Santri dengan melibatkan para santri. Mulai acara seremonial hingga event-event tertentu. Semua kegiatan dilandasi semangat santri sehat, kreatif, dan toleran untuk Pasuruan Maslahat.

Salah satu kegiatan yang istimewa yaitu pengukuhan Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, sebagai desa "Sadar Kerukunan Umat Beragama". Pengukuhannya didasarkan pada penetapan Kemenag Jawa Timur melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pasuruan. Acara ini sekaligus mengawali seluruh rangkaian peringatan Hari Santri pada Kamis (21/10).

"Persaudaraan sangat penting bagi umat beragama. Pemkab Pasuruan sangat bangga ditetapkannya Desa Ngadiwono sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama,’’ kata Wakil Bupati Abdul Mujib Imron saat menghadiri acara itu.

Ditetapkannya Desa Ngadiwono sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama didasari pada tiga kriteria. Pertama, dalam satu desa terdapat lebih dari satu agama yang dianut oleh masyarakat. Kedua, terdapat tiga tempat ibadah dari agama yang berbeda. Ketiga, tidak pernah terjadi konflik antar pemeluk agama. Pemeluk agama hidup rukun dan damai.

Agenda peringatan dilanjutkan upacara Hari Santri keesokan harinya, Jumat (22/10) pagi di Pendapa Agung Wonokitri, Kecamatan Tosari. Upacara dipimpin oleh Wabup Mujib Imron dan diikuti jajaran Forkopimda dan beberapa pejabat OPD. Hadir juga beberapa tokoh agama dan pengurus TPQ dan Madin.

Gus Mujib, panggilan akrab Wabup Mujib Imron menyampaikan beberapa poin penting pada para santri saat memimpin upacara. Di antaranya, harapan agar para santri lebih aktif dalam pembangunan dengan penguasaan teknologi dan keilmuan.



"Dan yang tak kalah penting di situasi yang masih pandemi agar para santri berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada sesama santri maupun masyarakat secara berkelanjutan tentang pentingnya vaksinasi,’’ tambahnya.

Kegiatan peringatan hari santri dilanjutkan siang harinya dengan menggelar Istighotsah Kubro di Pendapa Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti Kabupaten Pasuruan. Istighotsah dipimpin Ketua MUI Kabupaten Pasuruan KH Nurul Huda bersama jajaran pengurus PC NU Kabupaten Pasuruan. (*/unt)

Photo
Photo
RUKUN DAMAI: Penandatanganan prasasti Desa Ngadiwono, Tosari, sebagai desa “Sadar Kerukunan Umat Beragama” oleh Wabup Pasuruan Abdul Mujib Imron. (Foto: Pemkab for Jawa Pos Radar Bromo)

Photo
Photo
TEMPAT IBADAH: Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Pancasila di Dusun Banyumeneng, Desa Ngadiwono, Tosari. (Foto: Pemkab for Jawa Pos Radar Bromo)

Photo
Photo
BANTUAN: Penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat oleh Wabup Pasuruan Abdul Mujib Imron turut mewarnai peringatan Hari Santri tahun 2021. (Foto: Pemkab for Jawa Pos Radar Bromo)

Photo
Photo
TOKOH AGAMA: Istighotsah Kubro digelar untuk memperingati Hari Santri. Acara ini dipimpin ulama dari MUI dan PC NU Kabupaten Pasuruan. (Foto: Pemkab for Jawa Pos Radar Bromo)

Photo
Photo
VIRTUAL: Istighotsah Kubro juga dilakukan secara virtual dan bisa diikuti di 24 kantor kecamatan se-Kabupaten Pasuruan. (Foto: Pemkab for Jawa Pos Radar Bromo) Editor : Jawanto Arifin
#pandemi covid-19 #teknologi #hari santri #pemkab pasuruan #hsn 2021