Kepala Bidang Perencanaan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Listiani menyebutkan, total ada sembilan ruas jalan menuju Bromo yang diperbaiki. Proyek pemeliharaan itu dibiayai anggaran Program Hibah Jalan Daerah (PHJD). Tiga tahun berturut-turut.
Adapun ruas jalan menuju Bromo yang Dikucuri Dana PHJD di antaranya Jalan Dingklik-Penanjakan, Dingklik-Lautan Pasir, Jalan Wonokitri-Sedaeng, Jalan Lingkar Pasar Wonokitri-Pendopo Agung, Jalan Tosari-Podokoyo, Jalan Wonokitri-Podokoyo, Jalan Wonomerto-Ngadiwono, Jalan Ngadirejo-Podokoyo, Jalan Tosari-Wonokitri
Dimulai pada 2019, Pemkab Pasuruan memperoleh bantuan dana dari hibah Australia sebesar Rp 22 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk penanganan beberapa ruas menuju Gunung Bromo. Salah satunya, Tutur–Ngadirejo.
Dukungan berlanjut pada 2020. Ada bantuan Rp 21 miliar. Dana itu melanjutkan jalur sebelumnya. Dari Ngadiwono menuju Tosari. Nah, pada 2021, bantuan PHJD masuk tahap terakhir untuk kawasan tersebut. Dana Rp 16 miliar dikucurkan. Sasarannya adalah perbaikan Jalan Tosari menuju lautan pasir Gunung Bromo.
”Progres pembangunannya terealisasi hampir 98 persen. Bahkan, sudah hampir P1 (penyelesaian tahap 1),” katanya.
Listiani menjelaskan, perbaikan jalan akses wisata menuju Gunung Bromo bukan pekerjaan mudah. Sebab, medannya curam. Angkutan material bangunan sangat sulit. Risikonya pun tinggi. Dalam prosesnya memang ada hambatan dalam pengangkutan material.
”Namun, kendala tersebut bisa diatasi,” ujarnya. Buktinya, pekerjaan sudah hampir selesai. Padahal, target selesai pekerjaan masih November mendatang. (one/far) Editor : Jawanto Arifin