Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diano Vella Fery melalui Kepala Pasar Suprapto mengatakan, untuk membangun kembali pasar yang sempat terbakar itu, sudah dianggarkan. Besarnya Rp 3 miliar. “Ini kan masuk pos mayor. Jadi, untuk kepentingan orang banyak dan masuk skala prioritas," katanya.
Karena itu, anggaran untuk pembangunan pasar tersebut masih masuk. Dengan anggaran yang mencapai miliaran rupiah itu, direncanakan pembangunan secara total. Itu, dilakukan pada inti bangunan yang terbakar yang meliputi 13 los dan 127 kios.
“Rencana kami total. Tetapi, apakah nanti disetujui atau tidak, ya tergantung. Yang pasti kami rencanakan pembangunam secara total,” jelasnya.
Pasar ini akan dibangun tahun depan, kata Suprapto, karena tahun ini tidak ada anggaran untuk membangunnya. Sebab, bencana ini merupakan kejadian tidak terduga, sehingga tidak sempat dilakukan pembahasan sama sekali dalam Perubahan APBD yang telah didok.
“Semoga nanti bisa segera dibangun. Saat ini kami fokus pada pembangunan relokasi sementara. Sehingga pedagang bisa segera berjualan kembali,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis (7/10), Pasar Nguling, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, terbakar. Kebakaran diduga lantaran korsleting listrik. Namun, penyebab pasti kebakaran itu masih didalami kepolisian.
Ada lima mobil pemadam kebakaran (damkar) yang saat itu diterjukan ke lokasi. Namun, api baru dinyatakan padam total setelah 12 jam dilakukan penyemprotan. Kejadian itu menghanguskan 13 los yang dihuni 130 pedagang dan 127 kios. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 7,4 miliar. (sid/rud) Editor : Jawanto Arifin