Coban Gua Jalmu, berada di ketinggian sekitar 600 meter dari permukaan laut. Keberadaannya terus menjelma menjadi destinasi wisata yang patut diperhitungkan di Kecamatan Purwosari. Tak hanya menyajikan pemandangan alam pegunungan berhawa sejuk. Kini banyak fasilitas yang telah disediakan pengelola.
Di dalamnya terdapat sebuah gua berukuran kecil. Konon, dulu gua ini menjadi tempat petapa. Di sekelingnya juga sering tampak jelmaan ular. Berkepala manusia.
Di sampingnya terdapat sebuah air terjun dengan ketinggian sekitar 12 meter. Hulunya dari sumber air yang masih alami. Karenanya, airnya jernih. Meski debitnya tak terlalu besar. Terutama ketika kemarau.
“Tempat wisata ini kami beri nama Gua Jalmo. Menyesuaikan legenda yang ada di desa kami. Di lokasi ada gua dan air terjunnya,” ujar Kepala Desa Cendono, Sanari.
Warga mengetahui adanya gua dan air terjun ini sudah lama. Bahkan, tak ada yang ingat pasti tahunnya. Namun, pemerintah desa baru turun tangan mengelolanya sejak 2018. Tempat ini digadang-gadang menjadi destinasi wisata yang diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan.
Demi memaksimalkannya, pemerintah desa mengelolanya melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan BUMDes Cendono Barokah.
Sejak awal dikelola, sejumlah lokasi diperbaiki. Sarana dan prasarana pendukung dilengkapi. Kini, pengunjung tidak hanya bisa menikmati keindahan alam. Seperti masuk ke gua dan menikmati gemericik air terjun.
Namun, kini juga bisa camping. Sejumlah spot selfie juga disiapkan bagi wisatawan yang suka mengabadikan diri. Ada juga menara pandang dan tempat makan dan minum berupa kafe layang.
Tak kalah serunya adalah menikmati sensasi mandi di kolam. Terasa mandi di tengah sawah dengan air yang jernih. Hijaunya lahan pertanian akan terlihat jelas dari lokasi ini.
“Pengunjung pastinya puas berwisata ke tempat ini. Melihat gua dan air terjun. Spot selfie juga banyak dan mandi di kolam yang di sekelilingnya ada sawah dan sungai,” ujar Sanari.
Meski berada di kaki Gunung Arjuno, destinasi wisata ini cukup mudah dijangkau. Bahkan bisa ditempuh menggunakan sepeda motor. Dengan jalan beraspal dan sebagian dipaving, dari jalan nasional jurusan Malang-Surabaya di Kecamatan Sukorejo, jaraknya hanya sekitar tujuh kilometer.
Mudahnya akses transportasi ini juga menjadi alasan pengunjung untuk tak melewatkan tempat ini. Saban hari selalu ada saja wisatawan. Paling ramai saat weekend.
“Pengunjungnya sudah dari berbagai daerah di Jawa Timur. Bahkan, ada yang dari Jawa Tengah, Jogjakarta, dan Jakarta. Tentunya potensi yang ada ini tetap terus akan kami kembangkan,” ujarnya.
Salah seorang pengunjung adalah Randi, 24. Warga Surabaya ini mengaku datang rombongan bersama sejumlah rekannya untuk menikmati keindahan alam di Gua Jalmo. Sejumlah spot wisata dicobanya, termasuk makan dan minum di kafe sambil menikmati indahnya alam pegunungan.
“Kami ke sini penasaran dari TikTok. Ternyata murah tiketnya. Aksesnya mudah dan terjangkau. Layak untuk wisata alam. Udaranya sejuk, viewnya sip,” ujarnya. (zal/rud) Editor : Jawanto Arifin