Rencananya, mereka bakal direlokasi. Bukan ke tempat lain. Masih di dalam area pasar. Hanya saja, tempatnya yang ditertibkan. Agar terlihat rapi. Pengunjung yang datang lebih nyaman. Pemkot Pasuruan kini tengah merancang pembangunan food center di sana. Semacam pusat penjualan makanan maupun camilan.
“Karena Pasar Kebonagung merupakan wajah Kota Pasuruan,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Yanuar Afriansyah.
Menurutnya, pasar itulah satu-satunya aset daerah yang terlihat pertama kali ketika masyarakat masuk kota. Dari arah selatan wilayah Kabupaten Pasuruan maupun masyarakat yang keluar dari pintu Tol Bukir. Makanya, penataan Pasar Kebonagung dinilai perlu. Setidaknya, kondisi pasar yang tertata juga mencerminkan estetika kota.
“Kami sekarang lagi merencanakan food center untuk pedagang di sana,” tutur Yanuar.
Paling cepat, pembangunan food center itu bisa terealisasi tahun depan. Pasalnya, Pemkot Pasuruan baru mengusulkan pembangunannya tahun ini. Yanuar menyebut, pembangunan food center itu diusulkan melalui bantuan keuangan provinsi. Sejauh ini, usulan tersebut telah disampaikan ke Pemprov Jawa Timur. “Anggaran yang kami usulkan sebesar Rp 1 miliar,” terang Yanuar.
Kepala UPT Pasar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Ridho Wijaya menambahkan, food center nantinya akan dibangun di sisi dalam pagar pasar. Mulai dari belakang Poslantas hingga ke sisi utara di dekat pintu gerbang barat pasar. Sehingga pedagang yang selama ini ada di pelataran, bisa direlokasi ke sana.
“Sekarang kami juga mulai melakukan pendataan pedagang,” pungkasnya. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin