Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Proyek Peningkatan Jalur Wisata Bromo di Tosari Capai 58 Persen

Jawanto Arifin • Selasa, 24 Agustus 2021 | 17:30 WIB
PENGERASAN: Jalan Tosari menuju Bromo dipadatkan sebelum ditingkatkan dengan pengaspalan. (Foto: M Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)
PENGERASAN: Jalan Tosari menuju Bromo dipadatkan sebelum ditingkatkan dengan pengaspalan. (Foto: M Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)
BANGIL, Radar Bromo - Medan jalur wisata menuju Gunung Bromo terkenal berat. Jalan menanjak. Tebing jalan juga curam. Namun, kondisi itu tidak menghalangi para pekerja untuk menuntaskan proyek peningkatan jalan. Pekerjaan mencapai 58 persen.

Kepala Bidang Perencanaan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Listiani mengakui beratnya medan di jalur wisata Bromo. Mengangkut material saja tidak mudah. Lebih-lebih mengerjakan pembangunan jalannya.

Namun, pekerjaan tidak akan berhenti. Progres menunjukkan perkembangan signifikan. ”Hingga minggu ke-17, pekerjaan jalan wisata menuju Gunung Bromo sudah 58 persen,” ujarnya.

Listiani menambahkan, pengaspalan jalan yang didanai Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) 2021 itu menyentuh sembilan ruas jalan. Di antaranya, ruas Tosari-Podokoyo, Wonokitri-Sedaeng, Dingklik-Penanjakan, dan koridor lain. Sebagian sudah selesai.

Listiani yakin pembangunan akses wisata menuju Gunung Bromo bisa selesai tepat waktu. Yakni, hingga November. Sebab, waktu yang tersedia masih panjang.

Photo
Photo
DIKEBUT: Pekerja menyelesaikan proyek dan inset titik pengerjaan. (Foto: Istimewa)

Peningkatan jalur wisata Gunung Bromo merupakan lanjutan PHJD sejak 2019. Pemkab Pasuruan sudah dua kali memperoleh bantuan dana dari pemerintah pusat. Mulai 2019 lalu. Pemkab mendapat bantuan hibah dari Australia sebesar Rp 22 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk penanganan beberapa ruas menuju jalan Gunung Bromo. Salah satunya, Tutur-Ngadirejo.

Dukungan tersebut berlanjut pada 2020. Ada bantuan lagi Rp 21 miliar. Dana itu dipakai untuk melanjutkan jalur sebelumnya. Dari Ngadiwono menuju Tosari.

Nah, pada 2021 ini, ada bantuan terakhir dari PHJD. Dana Rp 16 miliar dialokasikan untuk melanjutkan penanganan jalan Tosari menuju lautan pasir Gunung Bromo. Sejauh ini, prosesnya sudah 58 persen.

Tidak hanya Kabupaten Pasuruan. Pemerintah Australia juga memberikan bantuan untuk pembangunan jalan dari Jalan Raya Tongas hingga Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo. Peningkatan jalan mencapai sekitar 37 kilometer. Biayanya ratusan miliar rupiah. (one/far) Editor : Jawanto Arifin
#jalur bromo #jalur bromo via pasuruan #pemkab pasuruan