Kepala Bidang Perencanaan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Listiani mengakui beratnya medan di jalur wisata Bromo. Mengangkut material saja tidak mudah. Lebih-lebih mengerjakan pembangunan jalannya.
Namun, pekerjaan tidak akan berhenti. Progres menunjukkan perkembangan signifikan. ”Hingga minggu ke-17, pekerjaan jalan wisata menuju Gunung Bromo sudah 58 persen,” ujarnya.
Listiani menambahkan, pengaspalan jalan yang didanai Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) 2021 itu menyentuh sembilan ruas jalan. Di antaranya, ruas Tosari-Podokoyo, Wonokitri-Sedaeng, Dingklik-Penanjakan, dan koridor lain. Sebagian sudah selesai.
Listiani yakin pembangunan akses wisata menuju Gunung Bromo bisa selesai tepat waktu. Yakni, hingga November. Sebab, waktu yang tersedia masih panjang.
Peningkatan jalur wisata Gunung Bromo merupakan lanjutan PHJD sejak 2019. Pemkab Pasuruan sudah dua kali memperoleh bantuan dana dari pemerintah pusat. Mulai 2019 lalu. Pemkab mendapat bantuan hibah dari Australia sebesar Rp 22 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk penanganan beberapa ruas menuju jalan Gunung Bromo. Salah satunya, Tutur-Ngadirejo.
Dukungan tersebut berlanjut pada 2020. Ada bantuan lagi Rp 21 miliar. Dana itu dipakai untuk melanjutkan jalur sebelumnya. Dari Ngadiwono menuju Tosari.
Nah, pada 2021 ini, ada bantuan terakhir dari PHJD. Dana Rp 16 miliar dialokasikan untuk melanjutkan penanganan jalan Tosari menuju lautan pasir Gunung Bromo. Sejauh ini, prosesnya sudah 58 persen.
Tidak hanya Kabupaten Pasuruan. Pemerintah Australia juga memberikan bantuan untuk pembangunan jalan dari Jalan Raya Tongas hingga Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo. Peningkatan jalan mencapai sekitar 37 kilometer. Biayanya ratusan miliar rupiah. (one/far) Editor : Jawanto Arifin