Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko menyatakan, proyek itu baru berjalan sepekan. Sebelum direvitalisasi, bangunan kios yang sudah lapuk dimakan usia itu harus dibongkar dulu. Semua harus bersih. Baru pembangunan dimulai.
”Sekarang masih tahap persiapan,” katanya.
Sebelum proyek itu berjalan, dinasnya meninjau ulang perencanaan. Sebab, proyek itu hendak dilaksanakan pada 2020. Perencanannya juga sudah ada. Tetapi, pekerjaan konstruksi tidak dilanjutkan. Anggarannya diprioritaskan untuk mengatasi pandemi Covid-19.
Dia mengungkapkan, lokasi tersebut dijadikan pujasera karena dinilai strategis. Tidak jauh dari jantung kota. Dekat dengan kawasan alun-alun Kota Pasuruan. Aksesnya juga terjangkau.
”Ada sekitar 20 kios yang akan dibangun. Modelnya bertingkat. Jadi, nanti ada dua lantai,” terang Gustap.
Dengan revitalisasi, kata Gustap, aset daerah itu menjadi lebih representatif. Layak dan bisa dimanfaatkan dengan nyaman. Bisa menjadi peluang usaha masyarakat. Ada aktivitas jual beli. Sehingga kegiatan ekonomi bisa bergerak. (tom/far) Editor : Jawanto Arifin