Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sekolah jadi Tempat Isoter, Warga: Gak Apa-apa kalau Steril Kontinyu

Jawanto Arifin • Jumat, 30 Juli 2021 | 14:45 WIB
LOKASI: SMPN 2 Bangil yang akan dijadikan tempat isolasi terpadu. Inset, hearing wali murid dan warga bersama muspika bangil di pendopo kecamatan, Kamis (29/7). (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)
LOKASI: SMPN 2 Bangil yang akan dijadikan tempat isolasi terpadu. Inset, hearing wali murid dan warga bersama muspika bangil di pendopo kecamatan, Kamis (29/7). (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)
BANGIL, Radar Bromo - Saat kondisi darurat, pemerintah mulai memanfaatkan fasilitas publik untuk dijadikan tempat isolasi terpusat (Isoter). Tapi rencana itu tak berlangsung mulus. Masih banyak warga yang dilanda ketakutan untuk pemanfaatan fasilitas publik.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Rencana pemanfaatan gedung aula dan kelas di SMPN 2 Bangil menjadi ruang Isoter ditentang walimurid dan warga. Mereka khawatir, virus yang mudah menular itu, bakal menjangkiti warga dan siswa ketika sekolah tatap muka kembali dibuka. Sementara warga ketakutan karena SMPN 2 Bangil berada dekat dengan lingkungan rumah.

Kekhawatiran itu seperti yang diungkapkan Henry Sulfianto, salah satu wali murid di SMPN 2 Bangil. Ia memandang, pemanfaatan ruangan di SMPN 2 Bangil jelas membawa ketakutan bagi dia dan walimurid yang lain. Sebab, bukan tidak mungkin, virus mematikan tersebut, bisa menjangkiti anak-anak mereka, ketika pembelajaran tatap muka digelar.

Hal ini yang membuatnya merasa keberatan, jika penempatan Isoter dilakukan di lembaga pendidikan. Seharusnya, Pemkab dan Muspika bisa memilih tempat lain. Mengingat, banyak gedung di wilayah Bangil yang tak termanfaatkan.

“Mengapa tidak memanfaatkan GOR Raci atau eks RSUD Bangil. Atau Lemcadika di Pogar, Kecamatan Bangil. Bukankan tempat-tempat tersebut bisa digunakan. Mengapa harus mengorbakan lembaga pendidikan yang notabenenya tempat bagi generasi di masa mendatang?” seru Henry kecewa.

Ia pun mempertanyakan jaminan dari Pemkab, setelah ruang di SMPN 2 Bangil itu tak difungsikan lagi untuk isoter. Apakah kawasan setempat bisa benar-benar steril dari virus. Mengingat, kawasan setempat, merupakan sarana pendidikan bagi pelajar.

“Kalau sampai anak-anak terjangkit, bagaimana? Apa Pemkab dan Muspika berani menjamin, kawasan setempat bisa steril dari virus nantinya,” tudingnya.

Yang menjadi tanda tanya lagi, kata Henry, berkaitan dengan waktu. Sampai kapan, ruangan di SMPN 2 Bangil itu termanfaatkan untuk isoter. Mengingat, SMPN2 Bangil merupakan lembaga pendidikan. Ketika level di Kabupaten Pasuruan berubah menjadi satu, artinya pembelajaran tatap muka sudah bisa diberlakukan.

“Kalau turun level, bukankah bisa digunakan untuk tempat belajar. Lalu apakah akan digunakan untuk isoter secara terus menerus ? Kapan sekolahnya anak saya ?” sambung dia.

Photo
Photo
HEARING: Wali murid dan warga bersama muspika Bangil saat berembuk di pendopo kecamatan, Kamis (29/7). (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Alasan itulah, yang membuatnya menolak. Karena bagaimanapun, SMPN 2 Bangil merupakan lembaga pendidikan. Di mana, tempat tersebut, merupakan wadah untuk pembelajaran. Bukan sarang berkumpulnya virus.

Di sisi lain, Agus salah satu perwakilan warga Kalirejo, Kecamatan Bangil mengungkapkan, sebenarnya warga memang menolak rencana menjadikan SMPN 2 Bangil menjadi isolter. Karena, banyak hal yang menjadi pertimbangan. Salah satunya, warga khawatir bisa tertular.

“Lokasinya kan berada dekat dengan pemukiman. Jadi, awalnya memang ada kepanikan dan takut menjadi tempat Isolter,” ujarnya.

Apalagi, edukasi yang diberikan Muspika masih minim. Pihaknya juga sudah memberi pemahaman. Pelan-pelan warga memang mulai mengerti. Tapi, ada beberapa persyaratan. Salah satunya, warga meminta adanya sterilisasi yang kontinyu. Serta, support vitamin untuk warga setempat.

“Kalau memang pilihannya di situ, warga berusaha untuk menerima. Tapi, dengan beberapa syarat dan harus dipenuhi secara tertulis,” bebernya.

Camat Bangil, Komari mengungkapkan, adanya Isoter ini merupakan perintah dari Presiden yang harus dilakukan segera. Sebab, isolasi mandiri yang dilakukan banyak masyarakat, relatif tak efektif. Karena masih berpeluang dilakukannya pelanggaran protokol kesehatan.

Sehingga, memberi risiko kepada orang-orang di sekitar. Termasuk keluarga. Dasar itulah yang membuat kebijakan untuk menyiapkan isoter di setiap kecamatan harus dilakukan.

Ia menambahkan, pemilihan kawasan SMPN 2 Bangil bukan tanpa alasan. Karena sudah melalui rapat dan evaluasi yang telah dilakukan.

Dari hasil evaluasi itu, ada beberapa hal yang ditemukan. Salah satunya, kawasan setempat, memiliki fasilitas penunjang yang memadai. Air cukup terpenuhi. Kamar mandi juga tersedia dengan baik. Tempatnya juga asri. Serta akses menuju lokasi, tidak melalui jalan perkampungan. Apalagi, sistem pembelajaran saat ini, masih daring.

Ketika penerapan luring direalisasikan, tentunya gedung tersebut akan dikembalikan seperti asalnya.

“Apakah tidak ada gedung lain? Sebenarnya sudah kami survei dan lakukan evaluasi. Seperti gedung perikanan di wilayah Kalianyar, Bangil. Sayangnya, gedung tersebut belum layak, lantaran ada bagian yang hancur imbas puting beliung,” sampainya.

Komari meyakinkan, pemerintah tidak akan menyelamatkan orang dengan mengorbankan orang lain. Karena itu, sterilisasi secara rutin akan dilakukan. “Kalau ditanya sampai kapan? kami belum bisa memastikan. Yang pasti, ketika rumah isolasi negara, seperti BLK dan tempat lain tidak penuh, SMPN 2 Bangil tak lagi difungsikan sebagai isoter,” jelasnya.

Ia mengakui, hal ini memang sulit. Namun, apa yang dipilih tersebut, merupakan hal yang pait dari yang paling pait. “Ini memang pilihan pahit, di antara yang paling pahit. Karena itu, kami berharap masyarakat memahami, mendukung dan membantu dalam mengatasi situasi ini,” pungkasnya. (one/fun) Editor : Jawanto Arifin
#ppkm darurat #covid-19 kabupaten pasuruan #isolasi terpusat ditolak #isolasi terpusat kabupaten pasuruan