Hal ini dilakukan, karena bed occupancy rate (BOR) di tiga rumah sakit rujukan di Kabupaten Pasuruan sering penuh. Dengan kondisi itu, pemkab menargetkan percepatan pemenuhan ruang isolasi bagi pasien positif yang sedang dirawat. Baik di RSUD Bangil, RSUD Grati, maupun di RS Prima Husada, Sukorejo.
Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menjelaskan, pemkab telah melakukan sejumlah upaya untuk menekan penyebaran Covid-19. Di antaranya, mengoptimalkan isolasi terpusat dan tracing. Dan saat ini berupaya meningkatkan kapasitas BOR di tiga rumah sakit rujukan Covid-19 yang sering overload.
“Caranya, kami mulai memetakan dan menginventarisasi puskesmas yang layak dan memenuhi syarat menjadi ruang isolasi pasien Covid-19. Mulai sarana prasarana, maupun nakesnya,” terang Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf.
Selanjutnya, puskesmas yang memenuhi standar kelayakan akan dijadikan ruang isolasi bagi pasien positif Covid-19. Sehingga dapat meningkatkan kapasitas ketersediaan jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan.
“Di sisi lain, saya minta dilakukan analisis lebih lanjut terhadap pasien terkonfirmasi di rumah sakit. Sekiranya ada yang sudah bisa dipindah ke tempat karantina, bisa dipindah. Sehingga bisa meningkatkan BOR rumah sakit. Arahan Presiden, ketersediaan obat juga harus benar-benar dipantau," ungkapnya.
Berdasarkan website Kementerian Kesehatan yankes.kemkes.go.id di Kabupaten Pasuruan memiliki tiga rumah sakit rujukan. Kondisinya saat ini ada beberapa yang kosong untuk IGD. Di RS Prima Husada, satu bed di IGD kosong. Di RSUD Bangil ada enam bed di IGD yang kosong. Sementara di RSUD Grati, IGD penuh dan terdapat 20 antrean. (sid/hn) Editor : Jawanto Arifin