Sebelumnya, ada 73 tempat tidur di RSUD yang juga dikenal dengan sebutan RSUD Purut itu. Lalu, tempat tidur ICU sebanyak enam buah. Karena tingkat keterisian yang semakin hari bertambah, jumlah tempat tidur untuk isolasi pun ditambah.
“Tujuannya untuk mengantisipasi penambahan pasien yang bergejalan dan memerlukan penanganan di rumah sakit,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr Shierly Marlena.
Hingga kemarin, tempat tidur isolasi yang disediakan di RSUD dr R Soedarsono mencapai 85. Lalu yang terisi pasien 52 tempat tidur. Sisanya, 33 tempat tidur masih kosong.
Shierly menyebut, tempat tidur isolasi dikhususkan bagi pasien terpapar Covid-19 yang bergejala. Seperti terserang sesak napas.
“Jadi itu untuk pasien covid yang positif swab disertai gejala, seperti sesak napas. Juga untuk pasien dengan komorbid atau memiliki penyakit penyerta,” jelasnya.
Sementara itu, pasien Covid 19 di RSUD Grati juga semakin penuh. Saat ini keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) mencapai 91 persen. Baik itu di ruang isolasi, maupun di IGD.
“Karena itu, kami meminta agar masyarakat selalu taat pada protokol kesehatan (prokes),” terang Direktur RSUD Grati, drg. Dyah Retno.
Retno -sapaannya- mengungkapkan, RSUD Grati memiliki 38 tempat tidur untuk pasien covid. Yaitu, 31 tempat tidur di ruang isolasi. Lalu, tujuh sisanya di ruangan intensive care unit (ICU). Hingga Sabtu (26/6) pagi, ruangan yang sudah terisi sebanyak 34 tempat tidur.
"Saat ini sudah 91 persen terisi atau sekitar 34 tempat tidur. Masih tersisa empat tempat tidur di ruang isolasi. Termasuk ketersediaan ventilator aman. Di setiap tempat tidur ada," ungkap Retno.
Dia pun minta agar masyarakat tidak perlu takut berobat. Jika memiliki gejala seperti tidak bisa membau atau dada sesak, maka bisa segera berobat ke rumah sakit. Sebab, kalau sampai ditunda bisa membahayakan. Apalagi varian Covid semakin berkembang. Kalau tidak segera berobat dan parah dapat menyebabkan kematian.
"Yang terpenting itu masyarakat itu patuh lima M. Menghindari kerumunan, mencuci tangan hingga memakai masker. Kalau dirasa ada gejala segera periksa ke dokter," pungkas Retno. (riz/tom/hn) Editor : Jawanto Arifin