Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mal Pelayanan Publik, Harus Padu dengan Madinah van Java

Jawanto Arifin • Minggu, 6 Juni 2021 | 23:00 WIB
UBAH FUNGSI: Kondisi bangunan Mal Poncol yang akan dialihfungsikan menjadi mal pelayanan publik. (Muhamad Busthomi/Radar Bromo)
UBAH FUNGSI: Kondisi bangunan Mal Poncol yang akan dialihfungsikan menjadi mal pelayanan publik. (Muhamad Busthomi/Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo - Pemkot Pasuruan berencana menjadikan bangunan bekas mal Poncol sebagai mal pelayanan publik. Namun, hingga saat ini, pekerjaan itu belum digarap. Sebab, pembangunannya tidak dilakukan dari awal, tetapi mengalihfungsikan bangunan yang sudah ada. Perlu beberapa persiapan.

Perbaikan dibutuhkan di beberapa bagian bangunan yang sudah lapuk. Sebab, eks mal Poncol itu memang sudah lama kosong. Tak berfungsi sama sekali. Itulah sebabnya, banyak partisi yang rusak. Perlu pembenahan.

Sebenarnya, pemkot telah melakukan audit terhadap konstruksi bangunan. Tim dari dinas pekerjaan umum diturunkan untuk mengaudit konstruksi bangunan di sisi selatan Masjid Al Anwar tersebut. Hasilnya cukup menggembirakan. Meski lama mangkrak, konstruksi eks Mal Poncol masih baik. Layak dan aman difungsikan kembali.

Artinya, tidak akan banyak perbaikan yang harus dilakukan. Hanya beberapa partisinya perlu diperbaiki atau diganti. Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Lucky Danardono mengatakan telah menyiapkan perencanaan. Itu dilakukan setelah dinasnya mengantongi hasil audit konstruksi.

”Kami ingin ini dipersiapkan secara matang agar hasilnya maksimal,” terang Lucky.

Kabid Pengelolaan Pasar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Senaidi menambahkan, dalam membuat perencanaan, dinasnya butuh banyak referensi. Agar wajah baru bekas Mal Poncol nanti bagus. Selain itu, padu dengan konsep Madinah van Java.

”Perencanaanya masih dalam proses. Kami berupaya menyelesaikannya dalam waktu dekat ini,” katanya.

Mengapa mal pelayanan publik itu harus dipadukan dengan konsep Madinah van Java? Menurut Senaidi, bangunan itu berdekatan dengan Masjid Al Anwar. Tidak jauh juga dengan alun-alun kota. Kawasan itu sendiri akan dijadikan kawasan wisata religi terintegerasi. Di samping itu, beberapa ikon yang kental dengan nuansa religi akan dibangun di sekitar alun-alun. Misalnya, payung madinah.

”Makanya perencanaan ini juga kami sesuaikan dengan konsep revitalisasi kawasan alun-alun ke depannya,” terang Senaidi.

Dia memperkirakan, perencanaan mal pelayanan publik itu bisa tuntas Juni ini. Sehingga bisa diusulkan ke tahap lelang. Pemkot sudah menyiapkan anggaran Rp 1,8 miliar untuk merealisasikan mal pelayanan publik. Dana itu juga akan digunakan untuk membangun sentra UMKM yang memanfaatkan bekas mal Poncol. (tom/far) Editor : Jawanto Arifin
#mal pelayanan publik #mal poncol #pemkot pasuruan