Penanganan yang dilakukan, bukan hanya pengaspalan jalan rusak. Tetapi juga pengendalian tanaman dengan pembersihan tepian jalan. Juga ada perbaikan saluran irigasi dan beberapa pekerjaan lainnya.
Perbaikan jalan tersebut dilakukan di beberapa ruas TNBTS menuju wisata Gunung Bromo. Seperti jalur ruas Tosari-Podokoyo, Wonokitri-Sedaeng, Dingklik-Penanjakan dan beberapa koridor lainnya. "Lelang sudah. Sekarang mulai pelaksanaan. Pelaksanaannya sudah masuk minggu ketiga," kata Kepala Bidang Perencanaan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan, Listiani.
Ia menambahkan, penanganan jalur wisata Gunung Bromo tersebut, merupakan lanjutan dari Program Hibah Jalan Daerah (PHJD). Sebelumnya, Pemkab Pasuruan sudah dua kali memperoleh support bantuan yang sama dari pusat.
Tahun 2019 lalu, bantuan hibah dari Australia itu, dialokasikan hingga Rp 22 miliar. Dana itu untuk penanganan beberapa ruas menuju jalan Gunung Bromo. Salah satunya, Tutur-Ngadirejo. Sementara, pada 2020, support anggaran dialokasikan hingga Rp 21 miliar. Dana itu untuk melanjutkan jalur sebelumnya. Dari Ngadiwono menuju Tosari.
"Tahun 2021 ini, merupakan tahun terakhir support bantuan tersebut. Dana itu untuk melanjutkan jalan-jalan yang belum dibenahi menuju gunung Bromo serta pemeliharaan beberapa koridor jalan menuju Bromo," bebernya.
Anggarannya mencapai Rp 16 miliar. Jumlah tersebut untuk jalur TNBTS. Atau masuk paket 1. Belum termasuk pemeliharaan rutin yang menunjang jalur wisata yang masuk paket 2. Anggarannya, Rp 6,9 miliar. (one/fun) Editor : Jawanto Arifin