Saat ini, kondisi lapangan Krapyakrejo tidak terawat. Permukaan lapangan bagian tengah tidak rata. Tidak nyaman dipakai untuk berlatih, lebih-lebih bertanding. Belum lagi saat musim hujan. Air menggenang di permukaan lapangan. Becek dan berlumpur. Ketika Jawa Pos Radar Bromo melihat lapangan itu, rumput liar tumbuh menjulang. Tiang gawang sudah berkarat. Benar-benar kurang layak dipakai.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan Agus Fadjar mengakui kondisi lapangan Krapyak memang tidak ideal. Kurang layak dipakai pertandingan. Disparpora sudah turun langsung untuk memastikan kondisi lapangan yang sebenarnya. ”Ya memang nggak memadai. Lapangannya nggak rata,” kata dia.
Ada permukaan yang bergunduk. Ada juga yang bergeronjal. Tetapi, lebih banyak yang permukaannya cekung. Secara keseluruhan posisinya juga lebih rendah. Di bawah elevasi jalan. ”Jadi kalau musim hujan pasti tergenang,” tambah Agus.
Bagaimana memperbaikinya? Satu-satunya cara adalah meratakan permukaan lapangan itu dengan mengurukkan tanah. Rencana itu sudah disiapkan. Dia menyebut, lapangan Krapyakrejo akan diuruk lebih dulu. Agar permukaannya rata. Yang terpenting lebih tinggi daripada level jalan. Selepas itu, ditanami rumput yang baru.
Namun, itu tidak cukup. Kata Agus, ada beberapa pekerjaan lain yang akan dilakukan di lapangan Krapyakrejo. Yang juga penting adalah memulihkan serapan airnya. Fungsi drainasenya harus dioptimalkan
Disparpora juga akan melengkapi lapangan itu dengan sejumlah fasilitas. Setidaknya bisa sesuai standar lapangan sepak bola. Di sekelilingnya ada pagar. Tersedia kamar ganti, toilet, dan bench. ”Supaya masyarakat bisa menggunakan kembali,” ungkapnya.
Salah satu contoh lapangan yang sudah diperbaiki adalah lapangan Petahunan. Lapangan itu telah dipagar keliling. Ada toilet dan tempat ganti pemain. Juga bench dan papan skor. Di dekatnya juga ada ruang terbuka hijau. Taman dan tempat bermain. Setiap hari ramai. Terutama Sabtu dan Minggu.
Agus menyatakan tengah menyiapkan perencanaan perbaikan lapangan tersebut. Sebab, anggarannya sudah tersedia. Pemkot mengalokasikan sekitar Rp 2 miliar untuk merealisasikan perbaikan lapangan. Agus yakin anggaran tersebut cukup untuk menjadikan lapangan yang sesuai standar. ”Lengkap dengan fasilitas-fasilitasnya,” tambahnya. (tom/far) Editor : Jawanto Arifin