Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tadarus di Masjid Jadi Momen Pelepas Rindu Ramadan

Jawanto Arifin • Rabu, 21 April 2021 | 16:11 WIB
MEMULIAKAN MASJID: Sejumlah anak khusyuk tadarus Alquran di masjid Baitur Rokhim di Kelurahan Bakalan, Bugul Kidul, Senin (20/4) sore. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
MEMULIAKAN MASJID: Sejumlah anak khusyuk tadarus Alquran di masjid Baitur Rokhim di Kelurahan Bakalan, Bugul Kidul, Senin (20/4) sore. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
BUGUL KIDUL Radar Bromo - Momen bulan suci Ramadan banyak dimanfaatkan masyarakat untuk lebih banyak beribadah. Salah satunya dengan cara memakmurkan masjid dengan tadarus Alquran, dengan membaca kitab suci bergantian. Tadarus Alquran saat Ramadan umumnya banyak dilakukan saat malam. Biasanya usai salat tarawih. Tapi tak sedikit setelah salat Subuh maupun Ashar.

Seperti di masjid Baitur Rokhim yang terletak di Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Senin (20/4) sore terlihat sejumlah anak-anak khusyuk tadarus Alquran. Mereka duduk rapi dengan diawasi dan dipandu satu orang dewasa. Secara bergantian, anak-anak ini membacakan ayat-ayat Alquran.

Suara mereka terdengar lantang menggema seantero masjid. Mereka tampak semangat melantunkan ayat-ayat suci tersebut.

Syamsul Hadi, 72, takmir masjid Baitur Rokhim mengungkapkan, tadarus di masjid tersebut digelar malam hari usai tarawihm dan menjelang waktu berbuka puasa. Saat malam diisi oleh para remaja dan warga dewasa. Sedangkan sore didominasi anak-anak.

“Kebetulan masjid ini satu lingkup dengan Taman Pendidikan Quran (TPQ). Jadi, banyak anak-anak ikut mengaji tadarus di sini,” ungkapnya.

Photo
Photo
KHUSYUK: Bagi umat muslim, tadarus adalah sebuah kerinduan yang dinanti ketika bulan suci. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Kondisi serupa juga tampak di Masjid An Nur di lingkungan Petung, Kelurahan Bakalan. Di masjid ini banyak diisi oleh para remaja dan orang dewasa saja. Mereka terdiri dari pria dan wanita. Tadarusnya dipisah dengan waktu yang tak sama. Tadarus pria digelar malam, sementara wanita dilaksanakan pagi selepas subuh.

“Tadarus di kampung ini banyak diisi remaja. Mereka aktif dan antusias mengisi bulan suci ini dengan membaca Alquran bersama. Alhamdulillah sampai hari ini sudah khatam (tamat) satu kali,” terang Slamet Mujiono, 52, warga lingkungan Petung, Kelurahan Bakalan.

Pria yang juga sebagai pengawas yayasan Al Mashur tersebut menyebut, tadarus malam dibatasi maksimal jam 22.00. Sedangkan tadarus untuk kaum wanita tidak menggunakan pengeras suara. “Waktu untuk tadarus malam memang kami batasi. Demi kenyaman dan sesui dengan anjuran pemerintah kota sini,” tambah Slamet.

Tak hanya pembatasan jam tadarus malam. Di masa pandemi yang masih belum berakhir ini, peserta tadarus di tempat ini juga dibatasi. Tidak terlalu banyak seperti ramadan sebelum-sebelumnya. Padahal, menurut Slamet, antusiasme warga di kampungnya, sangat tinggi untuk meramaikan masjid.

“Jadi selain membatasi jumlah peserta tadarus, kami juga tetap taat prokes seperti yang dianjurkan pemerintah. Dan Alhamdulillah di ramadan tahun ini kegiatan tarawih dan tadarus sudah dilonggarkan. Tidak seperti tahun kemarin yang dianjurkan cukup di rumah saja,” imbuhnya.

Tak hanya di Kelurahan Bakalan, gema tadarus juga terasa di seluruh penjuru Pasuruan. Bagi masyarakat muslim, momen tadarus ini menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu. Karena ini bisa jadi pelepas rindu masyarakat akan momen tadarus yang sempat ditiadakan saat Ramadan tahun lalu. (ube/fun) Editor : Jawanto Arifin
#memuliakan masjid #tadarus ramadan