Pantauan Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, lubang-lubang jalan terlihat berjajar di sepanjang jalan. Diameternya beragam. Mulai 50 sentimeter hingga 1 meter. Kalau hujan turun, jalan menjadi becek dan penuh kubangan air. Pengendara pun harus ekstra hati-hati.
Kades Rejosari Rofik mengungkapkan, jalan kabupaten ini sudah rusak cukup lama. Pemerintah desa sudah mengajukan perbaikan melalui kecamatan sejak 2020. Namun, usul tersebut belum terealisasi. Warga sudah menunggu-nunggu. Sebab, jalan itu menghubungkan empat desa. Yakni Desa Bendungan, Desa Asemkandang, Selotambak, dan Curahduku.
”Kalau banjir di Desa Tambakrejo, pengendara juga lewat sini,” ungkapnya.
Camat Kraton Munif Triatmoko menyatakan juga telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut ke Pemkab Pasuruan melalui musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tahun ini. Usul diterima. Pada 2021 ini ada perbaikan.
”Nama paketnya Jalan Rejosari--Asemkandang. Teknis pengerjaan dilakukan dinas PU,” tambah Munif. (riz/far) Editor : Jawanto Arifin