Anggota Inafis bersama Satreskrim Polres Pasuruan juga telah mendatangi lokasi kejadian. Mereka langsung mengerahkan anjing pelacak di tempat itu.
Sementara, jenazah korban langsung dibawa ke RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo, untuk diotopsi. Sebab, ada dugaan korban meninggal karena mengalami kekerasan. Apalagi ada darah keluar dari bagian belakang kepala.
Kapolsek Puspo AKP Syaiful menjelaskan, korban ditemukan sekitar 100 meter dari rumahnya. Namun pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab kematian korban. Apakah karena dibunuh atau bukan.
Saat proses evakuasi, memang pihaknya melihat ada kekerasan di bagian dagu dan sayatan sepanjang dua sentimeter di dagu. Namun penyebab luka ini juga belum bisa dipastikan. Pihaknya masih menunggu hasil otopsi.
https://radarbromo.jawapos.com/hukrim/21/03/2021/kakek-di-puspo-ditemukan-tewas-bersimbah-darah-di-jalan-setapak/
"Kami belum bisa bilang korban ini dibunuh atau tidak. Cuma memang ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Tapi belum bisa dipastikan apakah kekerasan ini disebabkan benda tumpul atau benda tajam. Kami masih menyelidikinya," sebut perwira dengan tiga setrip di pundaknya ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, Warga Dusun Sembung, Desa Janjangwulung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Minggu pagi (21/3) geger. Itu setelah seorang pria lanjut usia (lansia) warga setempat ditemukan tewas bersimbah darah.
Korban diketahui bernama Jumanis, 75. Ia ditemukan tewas bersimbah darah di jalan dusun setempat. Di tubuh korban juga didapati sejumlah tanda-tanda kekerasan. (riz/fun) Editor : Jawanto Arifin