Proyek pelebaran jalan yang dimulai sejak 2019 bertujuan untuk menunjang kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru. Tahun ini merupakan tahun terakhir proyek yang digulirkan melalui Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT).
“Jadi pekerjaan kali ini melanjutkan pelebaran yang sudah ditangani dua tahun sebelumnya,” kata PPK Rehabilitasi dan Pemeliharaan PHJD Wilayah UPT Probolinggo Emil Wahyudianto.
Dia menguraikan jika panjang total ruas jalan Kejayan-Purwosari mencapai 19 kilometer. Sebelumnya pelebaran jalan sudah dilakukan di Kecamatan Pohjentrek. Sebagian lagi di Kecamatan Wonorejo dan Kejayan. Namun dua kecamatan terakhir belum tertangani seluruhnya.
“Makanya posisi yang belum tertangani di Kejayan dan Wonorejo dilanjutkan tahun ini,” bebernya.
Emil menambahkan, panjang ruas yang akan dilebarkan tahun ini sekitar 5,2 kilometer. Menurutnya, pelebaran jalan sesuai dengan standar lebar jalan provinsi. Yakni selebar 7 meter. Karena itu, pihaknya menambah bahu jalan sekitar 1 hingga 1,5 meter. Anggaran yang disediakan untuk merealisasikan proyek itu sekitar Rp21 miliar.
“Nanti selain pelebaran, juga pemeliharaan untuk titik-titik yang rusak seperti jalan berlubang,” jelasnya.
Saat ini, proyek itu tengah diajukan ke tahap lelang. Diharapkan, proses lelang bisa tuntas akhir bulan ini. Sehingga proyek pelebaran jalan bisa segera dikerjakan. (tom/fun) Editor : Fandi Armanto