Kapolsek Pohjentrek, AKP Koemaruddin mengungkapkan, sekitar pukul 14.30 korban bersama kedua temannya M FahrI, 5 dan Indra, 7, warga Dusun Rujak Sente, Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, tengah bermain bersama temannya di tepi sungai. Tiba tiba korban terseret arus sungai yang cukup kencang.
Lalu teman korban yakni Indra, meminta bantuan pada Fahri agar meminta tolong kepada warga sekitar. Kemudian ayah korban, Khoirul Anwar langsung menuju ke sungai, kemudian menghubungi perangkat desa dan kasun Rujak Sente serta menghubungi petugas Polsek Pohjentrek. Jenazah korban berhasil dievakuasi dari sungai welang sekitar pukul 14.40.
"Keluarga membuat surat pernyataan menolak untuk dilakukan visum luar dan dalam atau otopsi karena keluarga keberatan. Mereka menerima kematian korban sebagai musibah," sebut mantan KBO Satlantas Polres Pasuruan Kota ini.
Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana pada BPBD Kota Pasuruan, Catur Aldoko menjelaskan, korban ditemukan tidak jauh dari lokasi terseret. Dimungkinkan korban dan kedua temannya tidak mengetahui jika sungai Welang cukup dalam, apalagi sungai ini sudah dikeruk beberapa waktu lalu.
"Korban tenggelam karena sungai arusnya cukup kencang. Mungkin dikira korban sungai itu arusnya tidak kuat dan tidak dalam makanya main di tepian,"sebut Catur. (riz/fun) Editor : Fandi Armanto