Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kios Potong Rambut Pasar Kebonagung Mulai Ditempati, Retribusi Tetap

Fandi Armanto • Jumat, 15 Januari 2021 | 15:49 WIB
LEBIH CIAMIK: Deretan kios potong rambut di pasar Kebonagung yang sudah dibvenahi dan lebih tertata dan cantik dari penataan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
LEBIH CIAMIK: Deretan kios potong rambut di pasar Kebonagung yang sudah dibvenahi dan lebih tertata dan cantik dari penataan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
PURWOREJO, Radar Bromo- Puluhan kios Barbershop Kebonagung yang rampung direhab akhir tahun lalu, mulai ditempati. Meski begitu, pelaksana proyek memiliki tanggungan selama enam bulan kedepan untuk pemeliharaan atas proyek yang dikerjakan.

Plt Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan, Gustap Purwoko menguraikan, proyek itu dikerjakan selama 100 hari. Mulai September hingga Desember 2020. Pihaknya juga menambahkan tugu di depan deretan kios sebagai ikon barbershop.

Sedangkan untuk pemeliharaan gedung sendiri, berlangsung selama 6 bulan kedepan. Selama itu pula, pelaksana yang bertanggungjawab melakukan pemeliharaan bangunan. “Masa pemeliharaannya selama 6 bulan,” katanya.

Plt Kepala UPT Pasar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan, Ridho Wijaya menerangkan, puluhan kios itu mulai ditempati setelah direhab. Para penyewa kios kembali membuka usaha pangkas rambut disana sejak awal tahun lalu.

“Awal tahun kemarin sudah mulai ditempati,” ungkap dia.

Ridho berharap dengan rehabilitasi kios barbershop itu usaha pangkas rambut di Kota Pasuruan lebih baik. Apalagi, secara infrastruktur kios itu sudah jauh lebih representatif ketimbang sebelumnya. Sehingga penyewa kios tak perlu cemas lagi kiosnya akan ambrol atau bocor saat musim hujan seperti selama ini.

Di sisi lain, Ridho menegaskan, meski bangunan kios barbershop kini lebih ciamik. Namun tak mempengaruhi besaran tarif retribusi. Sampai saat ini, retribusi yang ditarik dari 50 kios masih tetap, tidak dinaikkan. “Masih sama, Rp 700 per hari untuk setiap kios,” terangnya.

Sementara, ada 50 kios di kawasan yang termasuk kompleks Pasar Kebonagung itu. Dengan besaran tarif retribusi Rp 700 per kios, maka dalam setahun potensi retribusi yang menjadi pendapatan daerah sekitar Rp 12,6 juta. (tom/fun) Editor : Fandi Armanto
#pasar kebonagung #rehab kios potong rambut #kios potong rambut