Ada sejumlah titik yang dilanda longsor. Bahkan, kemarin (11/1) masih ada jalan terdampak longsor yang belum bisa dilewati. Warga dan Muspika setempat pun secara bergotong royong melakukan pembersihan agar jalan bisa dilewati.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris mengatakan, jalur wisata Bromo yang sempat tertutup material longsor telah selesai dibersihkan. “Sudah dibersihkan. Bahkan sudah bisa dilewati," katanya.
Ridwan kemarin juga mendatangi lokasi langsung. “Ini saya di lokasi. Beberapa titik tadi sudah saya pantau untuk penanganan sesegera mungkin," ungkapnya.
Sementara itu, Camat Tosari Hari Hijrah mengatakan, pihaknya bakal meminta bantuan dinas terkait. Salah satunya, mendatangkan alat berat untuk membersihkan material longsoran. “Dari catatan kami, longsor terjadi di 10 titik di Kecamatan Tosari,” katanya.
Bukan hanya jalan, longsor yang terjadi juga menimpa rumah warga. Ada empat rumah warga yang tertimpa tanah longsor. Yang rusak parah yang mengenai bagian depan rumah satu. "Ada rumah warga juga tertimpa tanah longsor. Dua di antaranya rusak bagian depan. Yang satunya parah,” katanya.
Hari menjelaskan, rumah yang terdampak longsoran yaitu di Desa Baledono dan di Desa Wonokitri satu rumah. Serta, dua rumah lainnya di Desa Tosari.
“Untuk bantuan tentunya kami upayakan. Kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp 30 juta," jelasnya.
Longsor yang menimpa rumah itu sendiri ketinggian mencapai 10 meter. Lebarnya berbeda-beda ada yang 8 meter, 6 meter, hingga 12 meter. Tebal material longsor hampir sama mencapai 1,5 meter. (sid/mie) Editor : Jawanto Arifin